Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Agustus 2021 | 23.47 WIB

Dampak Syarat Wajib Tervaksin, GressMall Tolak 648 Pengunjung Per Hari

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Kawasan aglomerasi Surabaya Raya yang kini masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, memang menjadi angin segar bagi para pelaku usaha. Termasuk di Gresik. Semua mal dan pusat perbelanjaan sudah beroperasi kembali. Namun, tingkat kunjungan harian masih relatif minim.

Di GressMall, misalnya. Jumat siang (27/8), terlihat sejumlah pengunjung berdatangan ke mal di kawasan GKB tersebut. Sebelum masuk, mereka mengeluarkan smartphone-nya untuk melakukan scan barcode. Maklum, sesuai ketentuan, untuk dapat masuk mall, harus sudah divaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kendati begitu, masih ada pengunjung yang belum mengetahui aturan itu. Mereka hanya membawa kartu vaksinasi.

General Manager GressMall Yudi PWR mengatakan, saat ini seluruh karyawan sudah tervaksinasi 99 persen. Sisanya, memang belum boleh dilakukan vaksinasi karena alasan tertentu. ‘’Kami siap untuk mendukung Pemkab Gresik dalam menggenjot lagi pertumbuhan ekonomi di Gresik,’’ ujarnya.

Malah, lanjut Yudi, pihaknya siap kalau GressMall dijadikan sebagai salah satu titik vaksinasi terpusat. “Untuk tempat vaksinasi ini, kami sudah berkirim surat ke Forkopimda dan bupati. Kami masih menunggu. Harapannya September sudah bisa dimulai,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas menyatakan, saat PPKM darurat hingga PPKM level 4 lalu dampaknya sangat menghantam sektor pusat perbelanjaan. Meski PPKM sudah ke level 3, namun sejauh ini belum membuat para pelaku usaha mal bernafas lega. Bahkan, dia mendengar ada tenant yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Memang sangat berat. Kami berharap pemerintah mengeluarkan strategi yang tepat. Agar pertumbuhan ekonomi kembali bergeliat,” tuturnya.

Ika menambahkan, pihaknya juga siap jika diminta menyediakan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi. Tujuannya, memudahkan warga untuk dapat kembali berkunjung ke pusat perbelanjaan. Sebab, dalam sehari, pihaknya bisa menolak sampai 648 pengunjung dan 200 ojek online (ojol). Sebab, mereka belum tervaksinasi. “Kasihan juga kalau ojol banyak yang close order. Kami harap, semua elemen bisa berjalan beriringan,” imbuhnya.

Mulai minggu ini, sebetulnya GressMall sudah mengoperasionalkan 100 persen tenant yang ada. Pada PPKM level 4 lalu, hanya mengoperasikan tujuh tenant makanan, dua tenant farmasi, dan hypermart. “Yang jelas, dalam situasi seperti ini, perlu strategi bersama agar ekonomi tetap tumbuh,” katanya.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi di Kabupaten Gresik baru menyasar 33,04 persen masyarakat Gresik atau 334.227 orang untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, baru mencapai 12,73 persen.

Menurut Koordinator Relawan Tenaga Kesehatan Pemkab Gresik dr Singgih Widi Pratomo, pihaknya bersama dinas kesehatan juga telah berkoordinasi untuk melakukan vaksinasi kepada para siswa. Tujuannya, menyambut rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, sejauh ini ketersediaan vaksin di Gresik masih minim.

“Ini kita menunggu droping vaksin dari pusat. Sebetulnya, kami sangat bisa melakukan vaksinasi sebanyak 15 ribu per hari. Vaksinnya tidak ada,” ungkapnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore