
Photo
JawaPos.com – Minat pengguna transportasi berbasis kereta api (KA) di Stasiun Indro, Gresik, bisa jadi hanya sebatas euforia saat dibuka Februari 2020 lalu. Setelah terdampak PPKM, tingkat okupansi penumpang KA perjalanan Gresik–Surabaya–Sidoarjo itu turun sampai 100 persen.
Kamis (26/8), misalnya. Begitu kereta yang berangkat dari Sidoarjo itu datang di Stasiun Indro, tidak terlihat para penumpangnya. Memang belakangan ini, pengguna jasa transportasi berkapasitas 150–180 penumpang itu sangat sepi.
Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto mengakui bahwa okupansi penumpang sejauh ini sebatas euforia setelah 10 tahun Stasiun Indro berhenti beroperasi. Apalagi, kondisi itu terdampak penerapan PPKM selama berbulan-bulan.
Menurut Novianto, saat ini kereta yang setiap hari beroperasi tersebut hanya ada maksimal enam penumpang. Maklum, PPKM membatasi perjalanan kereta api. ’’Ya, setiap hari hanya ada tiga sampai enam penumpang. Bahkan, pernah tidak ada penumpang sama sekali,’’ katanya.
Sebab, yang diperbolehkan untuk menggunakan jasa KA tersebut adalah pekerja di sektor esensial dan kritikal. Sementara itu, masyarakat umum belum diperbolehkan selama PPKM level 4 lalu.
Apalagi, setelah euforia Februari lalu, mayoritas penumpang dari kategori masyarakat umum beralih ke kategori pekerja sehingga sangat memengaruhi jumlah penumpang harian. ’’Ini akan kami evaluasi dengan sejumlah pihak. Apalagi, Gresik sudah turun ke level 3,’’ ucapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri mengaku baru akan melakukan monitoring dan evaluasi dalam waktu dekat ini. Penurunan level PPKM baru berlangsung beberapa waktu lalu.
Untuk persoalan minimnya penumpang itu, Amri menyebut akan mengintegrasikan jadwal kereta dengan aktivitas di Pelabuhan Gresik. ’’Bisa saja nanti disesuaikan dengan jadwal kapal dari Bawean. Karena banyak juga penumpang kapal Bawean yang langsung pergi ke Surabaya atau Sidoarjo,’’ ujarnya.
Perlu diketahui, saat dibuka kembali Februari lalu, tingkat penggunaan jasa transportasi moda kereta api di Stasiun Indro cukup menggembirakan. Rata-rata per hari bisa mencapai 150–180 penumpang. Namun, okupansi penumpang turun ketika memasuki bulan puasa.
Sementara itu, saat Lebaran, berdasar catatan Dishub Gresik, dari kapasitas 186 seat, biasa terisi rata-rata 110 hingga 135 penumpang pada setiap keberangkatan. ’’Ini biasa digunakan untuk masyarakat yang sedang memiliki kepentingan di Surabaya maupun Sidoarjo,’’ katanya.
Yang jelas, fenomena kosongnya penumpang di perjalanan KA dari Stasiun Indro itu akan menjadi evaluasi agar animo masyarakat kembali meningkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022