
Sejumlah warga menjalani tes cepat Covid-19 menyusul dua warga ditemukan positif virus itu di Jalan Gubeng Masjid, Kelurahan Pacar Keling, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (13/5). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Sekitar 100 warga Jalan Gubeng Masjid, Kelurahan Pacar Keling, Kota Surabaya, menjalani tes cepat Covid-19 secara masal pada Rabu (13/5). Tes cepat itu dilakukan menyusul ada dua warga terkonfirmasi positif dan salah satunya meninggal dunia.
Kepala Puskesmas Pacar Keling Suluh seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, tes cepat itu berdasar hasil dari pelacakan adanya warga terkonfirmasi positif di wilayah Gubeng Masjid Gang I. Kawasan Gubeng Masjid Gang I merupakan kawasan padat penduduk sehingga interaksinya cukup tinggi. Jika ada salah satu warga terpapar Covid-19 akan cepat menular.
”Awalnya kami menyediakan 50 alat rapid test (tes cepat), tapi karena antusias warga akhirnya ditambah lagi 50. Imbauan pemerintah seperti jaga jarak fisik, pakai masker, dan cuci tangan, sudah dilaksanakan,” ujar Suluh.
Dari ratusan warga yang dilakukan tes cepat, dia menyebutkan, nanti jika ada yang reaktif, oleh pihak Pemkot Surabaya akan ditindaklanjuti dengan tes swab. Ketika hasil tes swab-nya positif, dia harus masuk rumah sakit. ”Ini untuk memutus persebaran Covid-19,” kata Suluh.
Suluh masih belum berani menunjukkan hasil tes cepat yang digelar kepada ratusan warga Gubeng Masjid Gang I. Sebab, yang bisa menjelaskan hasil tes cepat adalah Dinas Kesehatan Kota Surabaya. ”Kalau hasilnya untuk rapid test, hari ini langsung jadi. Tapi Dinas Kesehatan nanti yang lebih berkompeten untuk menjelaskan hasilnya,” terang Suluh.
Sementara itu, Ratusan warga berstatus orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan tenaga kesehatan dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test atau uji cepat Covid-19 yang digelar Pemerintah Kota Surabaya selama April hingga 12 Mei.
”Setelah saya lihat data, yang banyak dimana, di situ dilakukan rapid test,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Menurut dia, Pemerintah Kota Surabaya gencar menggelar rapid test masal di sejumlah wilayah Kota Surabaya dalam upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19. Terhitung sejak April–12 Mei, total sebanyak 7.223 rapid test dilakukan untuk mendeteksi dini atau diagnosa awal Covid-19.
Risma menjelaskan, dari angka 7.223 tersebut terdiri atas OTG sebanyak 4.585 dengan rincian 650 warga reaktif dan 3.935 hasilnya negatif. Kemudian ODP 641 orang terdiri atas 51 orang yang reaktif dan 590 negatif. Untuk PDP jumlahnya 160 pasien, sebanyak 41 pasien reaktif dan 119 negatif. Sedangkan untuk tenaga kesehatan berjumlah 1.837 orang. Dari angka tersebut 46 di antaranya reaktif dan 1.791 hasilnya negatif.
Hingga saat ini, Risma menyebut, sedikitnya ada tujuh daerah yang dilakukan rapid test masal untuk warga terdampak yakni Sawah Pulo, Kebon Dalam Tengah, Dupak Timur 4, Gresik PPI Pasar, Tenggilis Utara 2, Gubeng Masjid 1, dan terakhir Wonorejo Rungkut.
Dalam menentukan kawasan yang dilakukan rapid test, wali Kota Surabaya melihat data terlebih dahulu. Jika terdapat daerah dengan jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 cukup banyak, di situ akan dilakukan rapid test serentak.
Menurut dia, meski hasil rapid test terbilang tinggi, belum tentu hasil swab-nya juga demikian. Berdasar pengalaman beberapa waktu lalu, ada beberapa kasus yang rapidnya reaktif. Tapi saat dilakukan tes swab hasilnya negatif bahkan swab dua kali hasilnya negatif.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=i7Ji6xoY3lk
 
https://www.youtube.com/watch?v=mhCoBuAf_vs
https://www.youtube.com/watch?v=YvaUszIDkwg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022