
MACET: Lahan yang akan dibangun smart kost di Mulyosari masih jadi sengketa sehingga proyek tidak bisa dibangun. Padahal, sebagaian unit sudah laku. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
Kesti Irawati membeli smart kost untuk investasi hari tua. Dia sudah membayar Rp 2,4 miliar untuk dua blok isi 20 kamar. Namun, proyek tak terbangun karena ternyata tanah masih sengketa.
---
KESTI Irawati terpikat untuk membeli properti ketika melihat pameran PT Indo Tata Graha (ITG) di pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Selatan pada 2017. Pilihannya jatuh pada Smart Kost Mulyosari yang akan dibangun perusahaan pengembang tersebut di Mulyorejo, Surabaya. Pegawai perusahaan pelat merah itu telah merencanakannya untuk investasi hari tua.
Bangunan smart kost ditawarkan sebagai hunian dengan 10 kamar yang bisa digunakan sebagai homestay maupun kos-kosan elite. Direktur PT ITG Dadang Hidayat bersama tim marketing-nya yang langsung datang ke rumah Kesti beberapa hari setelah perempuan itu menyatakan berminat untuk berinvestasi properti. Dadang menunjukkan akta pendirian perusahaan, foto-foto, dan bukti-bukti lain hingga telepon orang lain agar lebih meyakinkan.
”Dijanjikan bebas pajak, BPHTB, bebas biaya notaris, pokoknya bebas semua, cukup menyerahkan uang nanti sudah bisa dimiliki,” ujar pengacara Kesti, Hermawan Benhard.
Benhard menyebutkan bahwa Kesti sudah membayar Rp 2,4 miliar untuk pembelian dua smart kost. Yakni, unit blok A-11 seluas 7 x 13 meter persegi dan blok A-12 seluas 7,5 x 15 meter persegi. Masing-masing dua lantai dengan 10 kamar. Kesti awalnya sudah melunasi satu unit dan satu unit lagi masih dicicil. ”Klien saya menagih sertifikat untuk unit yang sudah lunas, tetapi hanya dijanjikan, tidak pernah dikasih,” katanya.
Setelah menunggu cukup lama, Kesti mendatangi lokasi smart kost. Dia mendapati lokasi itu masih berupa tanah kosong dan belum dibangun apa pun. Ternyata, tanah itu masih milik orang lain. Dadang mengakui jika tanah itu masih bersengketa. Kesti masih menunggu hingga pembayaran unit yang kedua sudah beres. Namun, smart kost yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.
Kesti terus menagih. Dadang menjanjikan mengganti dengan aset di Delta Sari, Sidoarjo. Nilainya disebut lebih tinggi daripada kerugian. Kesti setuju. Namun, aset yang dijanjikan itu tidak pernah ada. ”Ternyata, hanya rumah kontrakan,” ucapnya.
Setelah itu, Dadang sulit diajak berkomunikasi. Benhard menyatakan bahwa kliennya tidak pernah bisa menemui Dadang. Dihubungi melalui telepon juga tidak bisa karena nomornya tidak aktif. Kesti lantas melaporkan Dadang ke Polrestabes Surabaya dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Belakangan setelah laporan tersebut, Dadang mengembalikan Rp 850 juta. Uang itu sudah disita penyidik sebagai barang bukti. Sebulan lalu Dadang ditetapkan penyidik sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan terhadap Kesti. Selain memidanakan Dadang, Kesti menggugatnya di Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Sementara itu, pengacara Dadang, Rahmad Ramadhan Machfoed, menyatakan bahwa proyek smart kost tersebut memang benar ada. Bukan proyek fiktif. PT ITG sudah membeli tanah dan membayar senilai Rp 14 miliar ke pemilik tanah. Namun, tanah itu ternyata masih sengketa. Padahal, dalam perjanjian jual beli pemilik tanah menjamin tanah tersebut tidak akan bermasalah. Dadang lantas menyomasi pemilik tanah. ”Di tengah jalan ketika tanah mau dibangun, ada klaim dan gangguan dari pihak ketiga. PT ITG tidak bisa melanjutkan pembangunan,” kata Rahmad.
Menurut Rahmad, uang yang dibayarkan Kesti Rp 2,1 miliar, bukan Rp 2,4 miliar. Dia menambahkan, tuduhan penggelapan Kesti terhadap Dadang sebenarnya tidak bisa dibuktikan. Sebab, Dadang sudah beriktikad baik mengembalikan Rp 850 juta. Sebelum itu, Dadang juga menawarkan asetnya di Delta Sari yang nilainya diklaim lebih besar dari tagihan Kesti. ”Bu Kesti tidak mau menerima karena ingin uang tunai,” ujarnya.
Baca Juga: INCAR Milik Polda Jatim Bisa Identifikasi Pelat Nopol Modifikasi
Belakangan, Kesti disebut sudah bersedia menerima aset di Delta Sari dalam mediasi terakhir. Rahmad mengklaim sudah ada perdamaian secara lisan dengan Kesti. ”Nanti teknisnya kami lakukan perdamaian secara tertulis di depan notaris,” ungkap Rahmad.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022