Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 06.41 WIB

Menyingkap Stigma Sosial TBC: Penderita Harus Didukung, Bukan Dijauhi!

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina. (Humas Pemkot Surabaya). - Image

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina. (Humas Pemkot Surabaya).

 
JawaPos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan stigma negatif yang melekat pada penderita Tuberkulosis (TBC), menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit ini.
 
TBC kerap kali dianggap sebagai penyakit kutukan, penyakit keturunan, bahkan penyakit yang tidak bisa diobati. Tak jarang penderita TBC kerap mendapat perlakuan tidak mengenakan, dijauhi atau dikucilkan.
 
"TBC tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi. Masyarakat perlu diedukasi agar stigma negatif terhadap penderita TBC bisa perlahan menghilang," tuturnya, Senin (20/1).
 
Oleh karena itu, butuh dukungan terhadap pasien TBC agar minum obat sampai tuntas. Terlebih, Pemkot Surabaya sedang berkomitmen mendukung percepatan target nasional dalam eliminasi TBC Sebelum 2030.
 
Lebih lanjut, Nanik mengatakan bahwa Surabaya merupakan tempat rujukan penyakit TBC di Indonesia bagian timur. Bahkan berdasarkan data hingga 2024, total kasus TBC di Surabaya mencapai 11 ribu. 
 
“11 ribu kasus ini termasuk dari luar wilayah Kota Surabaya. Kalau Kota Surabaya sendiri sebanyak 9 ribuan. Ada tambahan dari luar, karena Surabaya rujukan se-Indonesia Timur,” imbuhnya.
 
 
Dari data tersebut, 90 persen penderita TBC yang ditemukan sedang menjalani proses pengobatan. Tantangannya adalah penderita harus melakukan pengobatan secara rutin dalam jangka waktu panjang. 
 
Sekitar enam sampai dua belas bulan. Namun jika konsumsi obat berhenti, maka penderita Tuberkulosis akan mengalami resisten obat dan proses penyembuhannya menjadi lebih dari enam bulan.
 
“Data TBC sudah tersinkron dengan pusat, contoh dari luar Surabaya tetapi berobat ke puskesmas Surabaya bisa diobati. Melalui NIK, pasien sudah terdata melakukan pengobatan,” tandas Nanik. (*)
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore