JawaPos.com - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sudah dimulai sejak Senin (6/1) lalu, sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat. Tak sedikit unggahan di media sosial yang menyoroti menu dari program ini.
Mulai dari menu yang tanpa sayur-mayur hingga menu yang tidak ada susu UHT. Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh turut memberikan tanggapannya terkait menu Makan Bergizi Gratis di lapangan.
Menurutnya, menu Makan Bergizi Gratis di beberapa daerah masih belum sesuai dengan pedoman Isi Piringku yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Seperti pelaksanaan di Sidoarjo.
“Kemarin saya dapat kiriman contoh menu MBG di Sidoarjo. Tidak ada sayuran, lauk meski dengan protein hewani pun, secara kuantitas terlalu sedikit, begitupun buahnya," ujar Lailatul, Kamis (9/1).
Secara kuantitas, kandungan gizi dalam menu Makan Bergizi Gratis tersebut belum memenuhi 40 persen total kalori sehari. Menurut Lailatul, prinsip makan bergizi adalah beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan.
“Makan bergizi yang baik seharusnya memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Baik karbohidrat, protein, lemak, dan terpenuhinya kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan air,” imbuhnya.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu juga menyayangkan ketidakhadiran susu di menu Makan Bergizi Gratis. Padahal, susu adalah sumber kalsium, protein, vitamin D, vitamin A, Zat besi, hingga magnesium.
"Susu ini sangat baik dan dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak. Kalau susu dihilangkan dalam menu MBG di beberapa sekolah, maka bisa digantikan oleh makanan tinggi kalsium lainnya," ujar Lailatul.
Makanan tinggi kalsium alternatif pengganti susu UHT yang dimaksud Lailatul, misalnya produk olahan susu, seperti yogurt atau keju. Bisa juga diganti sumber nabati kaya kalsium, seperti tempe, sayuran hijau.
“Ataupun sumber hewani seperti ikan teri, sarden, telur, dan daging ayam. Penting untuk memastikan alternatif, sehingga kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi meskipun tanpa hadirnya susu," seru Ahli Gizi Unair itu. (*)