JawaPos.com - Siswa-siswi di Surabaya nampaknya harus lebih bersabar. Ini karena pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto di Kota Pahlawan baru dimulai pada pekan depan, Senin, 13 Januari 2024.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh. "Menurut Badan Gizi Nasional, (Makan Bergizi Gratis di Surabaya) mulai tanggal 13 Januari 2025, Senin depan," ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Selasa (7/1).
Sementara Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan Makan Bergizi Gratis pada Senin (6/1). Pemerintah juga mendirikan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjangkau 570 ribu penerima manfaat.
Beberapa daerah di Indonesia juga secara serentak mengikuti kick off Makan Bergizi Gratis, seperti Sidoarjo, Malang, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Madiun, Magetan, Bojonegoro, dan Malang.
Menanggapi Surabaya yang tertinggal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, Kadispendik Yusuf mengaku tidak tahu menahu. Sebab, hal tersebut menjadi keputusan pemerintah pusat.
"Yang menentukan lokasi sekolah juga dari Badan Gizi, yang didasarkan pada radius jarak dengan Dapur Umum. Selain lokasi, para pemasaknya dari Badan Gizi. Kita mengikuti," imbuh Yusuf Masruh.
Pada pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Surabaya, 13 Januari 2025 mendatang, Yusuf mengungkapkan bahwa rencananya akan diikuti oleh 5 sekolah di Kecamatan Wonocolo, dengan total penerima manfaat sebanyak 3.151 siswa.
Lima sekolah yang menjadi lokasi Makan Bergizi Gratis tahap awal di Surabaya, diantaranya PAUD Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya.
Terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa Pemkot Surabaya sudah siap untuk melaksanakan program Makan Bergizi Gratis. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis (juknis).
"Kita ini tinggal nunggu perintah (dari pemerintah pusat) saja. Jangan sampai pemerintah daerah bertindak, padahal pusat belum memberikan perintah," ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (6/12).
Terkait anggaran, ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp 1 Triliun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Meski begitu, untuk pelaksanaannya, Pemkot Surabaya menunggu arahan pemerintah pusat.
"Nanti apakah menggunakan anggaran APBN, apakah disuruh pakai anggaran daerah (APBD) kita sudah siap. Jadi kita siap support pokoknya, pemerintah pusat minta apa, kita siap dukung," tukas Eri Cahyadi. (*)