Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Februari 2023, 23.24 WIB

Dispendik Surabaya Kembali Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci Weda

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri seleksi beasiswa penghafal kitab suci Hindu di Kenjeran, Sabtu (4/2). Pemkot Surabaya untuk JawaPos - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri seleksi beasiswa penghafal kitab suci Hindu di Kenjeran, Sabtu (4/2). Pemkot Surabaya untuk JawaPos

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka seleksi beasiswa penghafal kitab suci Weda, di Pura Segara, Kecamatan Kenjeran, Sabtu (4/2). Seleksi penghafal kitab suci yang ketiga kali itu, diikuti 185 pelajar penganut Hindu. Pesertanya mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Eri mengatakan, seleksi beasiswa penghafal kitab suci bagian dari pemersatu umat di Surabaya. Tak hanya sebagai pemersatu umat, seleksi penghafal kitab suci itu juga menunjukkan bahwa Surabaya adalah kota toleransi.

”Saya matur nuwun (terima kasih) kepada seluruh umat Hindu di Kota Surabaya. Kalau anak-anak sudah menghafal kitab sucinya, Surabaya akan menjadi kota yang aman dan damai penuh dengan toleransi,” kata Eri.

Dengan adanya beasiswa hafalan kitab suci, mantan Kepala Bappeko Surabaya itu berharap, ke depannya, anak-anak Kota Pahlawan bisa menjadi pemimpin yang memiliki akhlak mulia. Bukan hanya akhlak mulia, anak-anak Kota Pahlawan bisa menjaga toleransi antar umat beragama, dan keberagaman suku, serta budaya.

Cak Eri, sapaan akrab Eri Cahyadi, mengungkapkan, bakal menambah kuota beasiswa penghafal kitab suci, khususnya pada agama Hindu. Semakin banyak kuota, akan semakin banyak generasi muda yang berakhlak, sesuai ajaran agamanya masing-masing.

”Tentu kegiatan ini akan dimasifkan, dan sudah menjadi agenda rutin. Seperti yang saya dengungkan, bahwa Surabaya adalah kota toleransi, tidak boleh satu dengan lainnya merasa lebih baik,” tutur Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, seleksi beasiswa penghafal kitab suci itu, peserta tidak hanya menghafal ayat. Akan tetapi, para peserta juga diminta untuk memaknai bacaan sesuai dengan cara, dari masing-masing agama.

Tak hanya itu, hafalan kitab suci itu juga bagian dari pembentukan karakter anak-anak. Yusuf menerangkan, dengan adanya kegiatan seperti itu, siswa tidak hanya fokus pada aspek akademis.

”Kami dari Dispendik juga ingin membentuk anak-anak dari berbagai aspek. Tidak adanya aspek akademis yang bagus, namun juga dari segi religi dan talentanya juga bagus,” terang Yusuf.

Yusuf menambahkan, dalam seleksi tersebut para siswa tak dituntut untuk membaca ayat kitab suci dengan sempurna. Jika siswa dituntut membaca dengan sempurna akan kesulitan.

”Minimal anak-anak paham dulu dasar kitabnya, baru kemudian disempurnakan bertahap oleh guru. Maka dari itu, saya berpesan kepada para guru agar memberikan pemahaman soal agama, tempat ibadah, dan bagaimana cara membaca ayat-ayat yang baik,” papar Yusuf.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore