Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Oktober 2021, 23.16 WIB

Surabaya Kondusif, Sektor Industri Tumbuh 35 Persen

Ilustrasi area bisnis di Kota Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Ilustrasi area bisnis di Kota Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com – Kegiatan perekonomian mulai menggeliat. Sektor industri, misalnya, perlahan bangkit dari keterpurukan sebagai dampak pandemi Covid-19. Berdasar data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, sektor industri mulai tumbuh 30–35 persen.

Wakil Ketua Dewan Pemimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jatim Tri Andi Suprihartono menyampaikan, sejauh ini sudah terjadi pergerakan ekonomi yang cukup signifikan. Itu terjadi seiring meningkatnya aktivitas produksi. ”Sudah terjadi kontraksi. Peningkatannya lumayan. Antara 30–35 persen,” jelas Tri Andi kepada Jawa Pos Sabtu (2/10).

Dia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi terjadi di sejumlah sektor. Misalnya, sektor industri padat karya, perdagangan dan jasa, hingga manufaktur. Itu seiring dengan sejumlah pelonggaran yang diizinkan selama PPKM level 3. Berbagai pelonggaran tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding awal tahun hingga periode Juli lalu. Ketika itu masih diterapkan PPKM darurat yang berlanjut ke PPKM level 4 sebagai dampak melonjaknya kasus Covid-19. Saat itu, tutur Tri, berbagai sektor industri sangat terpukul. Banyak perusahaan yang merugi karena berhentinya aktivitas produksi. ”Saat itu banyak perusahaan yang rugi besar. Bahkan, pertumbuhan ekonomi nasional sampai minus,” tuturnya.

Nah, kini pelaku usaha mulai bisa bernapas lega. Untuk aktivitas industri nonesensial sudah diizinkan menerapkan work from office (WFO). Meski kapasitasnya masih 50 persen untuk menghindari penularan Covid-19.

Untuk menghindari timbulnya klaster tempat kerja, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai skrining terhadap semua pegawai. Terutama untuk memastikan mereka sudah divaksin Covid-19. ”Saat ini setiap perusahaan sudah pakai aplikasi ini,” papar Tri Andi.

Pertumbuhan sektor transportasi juga bagus. Berbagai jalur distribusi angkutan logistik mulai ramai. Misalnya, jalan tol maupun jalur arteri. Mobilitas masyarakat di dalam kota juga sudah terpantau meningkat. Saat ini, jalan-jalan protokol dipadati berbagai jenis kendaraan. Tidak ada lagi penyekatan di sejumlah titik. Termasuk di perbatasan pintu masuk Surabaya.

Bundaran Waru, depan Cito, misalnya. Penyekatan kendaraan yang dilakukan dengan traffic cone tidak ada lagi. Di sisi lain, ekonomi yang mulai menggeliat juga terus diikuti dengan vaksinasi.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi Kota Surabaya terus meningkat. Hingga kemarin, vaksin dosis pertama sudah tembus 109,2 persen. Dari 2.218.121 warga yang masuk sasaran, yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 2.421.840 jiwa.

Sementara itu, cakupan dosis kedua mencapai 73,8 persen. Sudah menyasar sebanyak 1.637.081 jiwa. Tak ayal, capaian vaksinasi tersebut adalah yang terbanyak di Provinsi Jatim.

Selain kerja keras pemkot, pelaku usaha ikut andil memperluas jangkauan vaksinasi melalui program vaksin gotong royong. Sejauh ini, sedikitnya sudah ada 72 korporasi yang menyasar 110 ribu warga. Ketua Kadin Surabaya Surabaya M. Ali Affandi menyampaikan, pengusaha juga ikut mengambil tanggung jawab memperluas jangkauan vaksinasi untuk mencegah meluasnya virus Covid-19. ”Pengusaha terpanggil agar ekonomi cepat bergerak,” katanya.


Libatkan UMKM dalam Menjalankan Program







PROGRAM pemulihan ekonomi mendapat perhatian khusus dari kalangan legislatif. Dewan mendorong pemkot agar memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai sasaran pemulihan ekonomi. Salah satunya ialah melibatkan pelaku UMKM dalam setiap program yang digarap.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arief Fathoni mengatakan, pemulihan ekonomi harus mendapat porsi lebih dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022. Sebab, yang harus dipikirkan tahun depan adalah cara memulihkan kondisi perekonomian yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Fathoni menilai kebijakan wali kota sudah tepat. Pada 2020 dan 2021 arah kebijakan anggaran lebih banyak difokuskan pada penanganan pandemi. Nah, tahun depan sudah waktunya pemulihan ekonomi digencarkan. Caranya ialah memberdayakan UMKM dalam setiap program kerja, misalnya program seragam, tas, dan sepatu gratis untuk siswa. ”Dinas harus melibatkan UMKM dalam memproduksinya, seperti yang diinstruksikan wali kota,” tutur anggota Komisi A DPRD Surabaya tersebut.

Selain itu, program permakanan yang ada di kecamatan bisa dikerjakan dengan cara serupa. Camat, kata Fathoni, bisa memberdayakan UMKM yang bergerak di bidang kuliner untuk menyediakan permakanan bagi warga lanjut usia (lansia). ”Dan UMKM di kecamatan itu banyak sekali. Mereka bisa diberdayakan untuk menyediakan permakanan,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno menambahkan, UMKM harus menjadi prioritas. Sebab, pergerakan ekonomi dari bawah akan menjadi pengungkit yang kuat bagi kebangkitan ekonomi daerah. Selain dari program pemerintah, politikus PDI Perjuangan itu mendorong peran pihak swasta. Misalnya perusahaan pengelola minimarket. ”Mereka bisa menyediakan tempat gratis di depan minimarket untuk UMKM selama enam bulan atau satu tahun. Jadi, perputaran uang di bawah akan bergerak masif,” paparnya.

Pejabat yang juga ketua Paguyuban Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya itu berharap intervensi program untuk pemulihan ekonomi bisa berjalan efektif. Baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, pemulihan ekonomi yang akan dijalankan tahun depan bisa optimal. 




---

COVID-19 MELANDAI, INDUSTRI TUMBUH

Aktivitas pemulihan ekonomi mulai menggeliat. Ekonomi tumbuh karena Covid-19 mereda dan pelonggaran PPKM level 3.

Apindo menyebut industri mulai tumbuh 30–35 persen. Terjadi di industri padat karya, perdagangan dan jasa, manufaktur, logistik, serta transportasi.

Demi menghindari klaster tempat kerja, sejumlah perusahaan menerapkan PeduliLindungi. Seluruh karyawan juga divaksin.

Sebanyak 72 perusahaan mengikuti vaksin gotong royong dengan sasaran 110 ribu jiwa.

Sumber: Apindo Jatim dan Kadin Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore