
Para pekerja yang sedang menyelesaikan proyek saluran air di kawasan Jemursari, Surabaya
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang mengebut penggarapan proyek dalam menghadapi musim hujan. Proyek tersebut yaitu pengerjaan 6 rumah pompa, 60 saluran, hingga 200 saluran permukiman atau lingkungan.
Jumlah tersebut merupakan pencapaian Pemkot Surabaya untuk antisipasi selama musim hujan terjadi. Harapannya, semua proyek tersebut mampu untuk mencegah genangan hingga banjir.
Dikutip dari Radar Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mengatakan, pengerjaan tersebut terus dikebut, karena sudah mendekati musim hujan. Pihaknya menargetkan akhir tahun ini semua proyek harus sudah beres.
Sejak awal tahun, normalisasi saluran bergulir. Selain itu, pihaknya rajin mengeruk sedimen saluran.
“Mulai dari saluran besar, primer, sekunder, tersier, sampai di permukiman, kita turunkan satgas dan alat berat,” kata Windo.
Windo menyebutkan enam rumah pompa yang belum rampung, yaitu Rumah Pompa MERR, Undaan, Gresikan, Bulak, Kebraon, dan Bozem Aquatic.
Dari keenam tersebut, hanya Rumah Pompa MERR yang pengerjaannya sudah 100 persen.
“Tinggal menunggu teraliri listrik sama bersih-bersih. Kemudian siap uji coba,” tutur Windo.
Proyek rumah pompa bertujuan untuk memecah aliran air. Proyeksinya, aliran air yang mengalir sempurna, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik pembuangan air.
“Otomatis tidak menimbulkan banjir. Bahkan genangan saat hujan yang lama dan intensitas lebat,” kata Windo.
Windo juga mengatakan saluran air permukiman pun krusial. Pengerjaannya melalui penyesuaian dimensi. Tujuannya, agar saluran itu mampu menampung aliran air dan terkoneksi dari saluran tersier, sekunder, hingga primer.
Saluran permukiman yang membutuhkan normalisasi, yaitu Kedung Mangu, Kali Rungkut, Jagiran, Gresikan, Bronggalan 2, Manukan Lor, Manukan Utama, Tambak Deres, saluran tengah Ahmad Yani, Kedinding Lor, Dukuh Kupang 25, Dukuh Kupang 20, Jalan Randu, hingga Margorejo.
