
Latihan Persijap Jepara. (Istimewa)
JawaPos.com – Persijap Jepara memang sudah keluar dari zona merah. Laskar Kalinyamat kini berada di posisi ke-14 dengan torehan 21 poin.
Namun, upaya untuk mempertahankan posisi itu semakin berat. Hal ini terjadi setelah mereka menerima surat dari Komdis PSSI terkait laga kandang kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara (5/3).
Dari laga itu, Persijap menerima sanksi dan denda yang cukup berat. Terkait denda, mereka harus menyetor uang sebesar Rp 195 juta. Denda tersebut berasal dari empat jenis pelanggaran.
Pertama, Rp 25 juta akibat gagal mengantisipasi kedatangan suporter tim tamu. Kedua, denda Rp 40 juta akibat perusakan kendaraan tim Persis. Selain itu, terdapat pelemparan ke arah perangkat pertandingan dengan denda Rp 30 juta.
Terakhir, denda Rp 100 juta akibat perusakan fasilitas stadion dan kendaraan perangkat pertandingan. Naasnya, masih ada sanksi lain yang diterima, yaitu laga kandang tanpa penonton selama lima pertandingan ke depan.
Artinya, Persijap akan menggelar laga kandang tanpa penonton hingga akhir musim. Sebab, musim ini mereka hanya menyisakan empat laga kandang. Bagaimana tanggapan manajemen Laskar Kalinyamat?
“Persijap menghormati keputusan PSSI sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Mari dukung tim kebanggaan dengan cara yang positif dan bertanggung jawab,” demikian pernyataan tertulis dari manajemen Persijap.
Berjuang Lolos dari Degradasi
Sanksi datang saat Persijap sedang dalam tren positif. Laskar Kalinyamat belum pernah kalah dalam empat laga terakhir. Mereka meraih satu kemenangan dan tiga hasil imbang.
Catatan tersebut membuat mereka unggul satu poin dari Madura United yang berada di batas akhir zona degradasi.
“Kami senang bisa mendapatkan poin di laga-laga yang sulit. Sekarang, kami memiliki poin untuk terus berjuang agar lolos dari degradasi,” ujar pelatih Persijap, Mario Lemos.
