
Momen ketatnya laga Persebaya kontra Persib di Stadion GBT kemarin (2/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Laga ketat antara Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo kemarin malam (2/3) yang berakhir imbang 2-2 masih menyisakan cerita.
Pihak Persib menilai wasit Eko Saputra yang memimpin big match Super League tersebut tidak kompeten karena banyak keputusannya yang dianggap merugikan tim tamu.
Sebagai informasi, Eko Saputra sebenarnya sudah cukup banyak memimpin laga Super League. Mengutip dri Sofascore, musim ini ia sudah memimpin delapan pertandingan. Namun memang baru laga Persebaya kontra Persib yang merupakan laga besar yang ia pimpin.
Dan uniknya, saat dipimpinnya, Persib seringkali apes. Ia memimpin tiga laga Maung Bandung dan tim berstatus juara bertahan tersebut kalah sekali (dari Persita 2-1) dan seri sekali (2-2 dari Persebaya), dan hanya meraih satu kemenangan (2-0 atas Bhayangkara Presisi).
Menurut manajer Persib, Umuh Muchtar, ada sejumlah momen krusial yang bikin Maung bandung tidak diuntungkan akibat keputusan wasit, salah satunya adalah dianulirnya gol Kakang Rudianto.
“Itu sudah dekat dan jelas gol. Tapi dibuka VAR, malah jadi tidak jelas,” kata Umuh Muchtar seperti dikuti dari Radar Bandung.
Tak hanya itu, penalti Bruno Moreira juga tak luput dari sasaran kritik Umuh. Ia menganggap jatuhnya Bruno bukanlah pelanggaran, melainkan hanya duel tabrakan biasa.
“Kelihatan sekali seperti ada yang menjamin. Seolah-olah dia tidak akan dipecat atau diberhentikan,” ketusnya lagi.
Ia bahkan menganggap kartu kuning yang ditujukan kepada pelatih Bojan Hodak sudah direncanakan, yang dianggap bisa merugikan Persib. Apalagi, pekan lalu, Hodak harus absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
“Bojan Hodak tidak terlalu teriak apa-apa, langsung dikartu kuning. Lucu dan aneh. Seperti sudah ada rencana, Bojan Hodak bergerak sedikit langsung dikartu,” keluhnya.
Meski tidak sampai kalah, namun hasil seri ini tentu menghambat laju Maung Bandung untuk menjauh di puncak klasemen dari kejaran para rivalnya.
Umuh pun melayangkan keberatan dan meminta pihak operator liga menggunakan wasit asing untuk memimpin laga krusial Persib, misalnya menghadapi Borneo FC.
“Kalau pertandingan besar seperti ini, minimal wasit asing. Kita kan punya wasit asing yang sudah kontrak. Biasanya mereka lebih netral dan tidak mudah diintervensi,” pungkasnya.
Hasil seri ini belum menggeser Persib dari peringkat pertama. Namun, selisih poin dengan Persija Jakarta yang berada di peringkat dua menjadi hanya empat poin. Jika Macan Kemayoran menang saat menjamu Borneo FC malam nanti, maka selisih poin akan menjadi satu angka.
