Ernando Ari jadi superhero Persebaya Surabaya lawan PSBS Biak di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Ernando Ari Sutaryadi membuktikan kelasnya sebagai tembok terakhir Persebaya Surabaya. Dalam laga sengit kontra PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025), kiper muda itu tampil heroik dengan mencatat 10 penyelamatan krusial yang membuat Green Force selamat dari kekalahan.
Meski tampil luar biasa, Ernando tetap merendah. Ia menegaskan hasil imbang 0-0 itu bukan semata karena penampilannya, melainkan buah kerja keras seluruh pemain Persebaya Surabaya yang berjuang hingga peluit akhir berbunyi.
“Ini semua berkat kerja keras tim,” ucap Ernando usai pertandingan. Ia menyebut semua pemain kompak menjaga fokus, terutama setelah dua rekannya harus keluar lapangan akibat kartu merah.
Persebaya Surabaya sebenarnya datang ke Sleman dengan target tiga poin.
Namun, rencana itu berantakan ketika dua pemainnya diganjar kartu merah yang membuat Green Force harus bermain dengan sembilan pemain di sisa pertandingan.
Dalam situasi sulit itu, Ernando memilih menatap positif dan tidak ingin larut menyalahkan keputusan wasit. Ia sadar kemarahan tidak akan membantu tim, sementara fokus dan ketenangan justru menjadi kunci untuk bertahan.
“Kita mau kecewa dengan keputusan wasit tapi apalah itu, kita tetap fokus di pertandingan,” tegasnya.
Ucapan itu mencerminkan kedewasaan seorang kiper muda yang kini tumbuh menjadi sosok pemimpin di bawah mistar.
Tekanan besar datang silih berganti dari PSBS Biak. Bermain dengan dua pemain lebih banyak, tim tuan rumah menyerang bertubi-tubi ke arah gawang Persebaya Surabaya yang dijaga ketat oleh Ernando.
Namun, penampilan gemilang sang kiper membuat semua peluang lawan kandas. Ia terbang ke kiri, menjatuhkan diri ke kanan, hingga menepis bola di depan gawang dengan refleks luar biasa.
“PSBS menyerang kita bertubi-tubi dan alhamdulillah kita bisa kompak dan dapat satu poin yang maksimal,” kata Ernando.
Ia menilai satu poin di Sleman terasa seperti kemenangan karena diraih dengan perjuangan besar.
Ketenangan Ernando di tengah tekanan menjadi pembeda di laga itu. Setiap kali PSBS mengancam, ia mampu membaca arah bola dan memberi instruksi tegas kepada barisan belakang Persebaya Surabaya agar tetap disiplin.
Bagi pemain berusia muda seperti Ernando, laga ini menjadi pelajaran penting tentang mental dan tanggung jawab.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
