
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert menganggap empat pertandingan sisa di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia seperti final. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kabar menggembirakan datang dari PSSI yang secara resmi membuka peluang langka bagi pelatih-pelatih Indonesia untuk bergabung dengan tim kepelatihan Timnas Senior di bawah arahan legenda sepakbola Belanda, Patrick Kluivert. Program yang diumumkan melalui Instagram resmi PSSI pada Senin ini menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan pelatih lokal tanah air.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil diskusi mendalam dengan Kluivert dan timnya untuk menciptakan program transfer pengetahuan yang berkelanjutan. "Ini bukan sekadar mencari asisten pelatih, tetapi bagian dari visi besar kami membangun talent pool pelatih yang lebih kuat untuk masa depan sepakbola Indonesia," tegas Erick.
Program seleksi ini akan melalui tahapan ketat dengan target memilih 10 pelatih terbaik yang kemudian akan dikerucutkan menjadi dua asisten pelatih terpilih. Para kandidat akan bekerja bersama tim kepelatihan yang sudah ada, termasuk Denny Landzaat dan Alex Pastoor dari Belanda.
Komitmen PSSI dalam mengembangkan pelatih lokal juga tercermin dari berbagai program yang telah berjalan. Saat ini, hampir 200 program pelatihan telah dilaksanakan, mulai dari lisensi D hingga Pro, dengan sekitar 5.000 pelatih telah mengikuti program tersebut. Peningkatan jumlah pelatih berlisensi mencapai 40 persen, berkat kerja sama dengan FIFA dan AFC.
"Kita sudah membuktikan keseriusan ini dengan menempatkan Coach Nova di Timnas U-17 dan Coach Indra di U-20. Bahkan di Liga 2, kami secara tegas melarang penggunaan pelatih asing untuk memberi ruang maksimal bagi pelatih lokal berkembang," jelas Erick.
Sementara itu, PSSI juga tengah mencari sosok Direktur Teknik (Dirtek) yang akan menjadi pilar penting dalam struktur kepelatihan nasional. "Kami sudah memiliki tiga kandidat potensial dan berharap dapat mengumumkannya pada akhir Februari," ungkap Erick. Dirtek yang terpilih akan berperan crucial dalam mengkoordinasikan program pembinaan dari level U-17 hingga tim senior.
Visi jangka panjang PSSI tidak berhenti pada program ini saja. Erick menegaskan pentingnya membangun filosofi sepakbola yang berkelanjutan. "Indonesia harus mampu konsisten melahirkan generasi emas, bukan hanya sekali. Ini tentang membangun sistem yang dapat menghasilkan talenta secara berkelanjutan."
Para pelatih berlisensi yang berminat dapat mengikuti proses seleksi melalui kanal resmi PSSI. Kesempatan bergabung dengan tim kepelatihan bertaraf internasional ini menjadi momentum penting bagi pelatih lokal untuk membuktikan kapasitas dan mengembangkan diri di level tertinggi sepakbola nasional.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan asisten pelatih berkualitas, tetapi juga menciptakan efek domino positif bagi perkembangan kualitas kepelatihan di Indonesia secara keseluruhan. Dengan transfer pengetahuan dari pelatih sekaliber Kluivert, sepakbola Indonesia berpotensi mengalami transformasi signifikan dalam tahun-tahun mendatang.
