Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 18.11 WIB

Bos Persibo Kecewa Berat dengan Keputusan Komdis PSSI dan PT LIB, Heran Skor Akhir Bisa Berubah di Luar Pertandingan

Presiden Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo, mempertanyakan keputusan PT LIB terkait pertandingan Liga 2 melawan Deltras Sidoarjo. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Presiden Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo, mempertanyakan keputusan PT LIB terkait pertandingan Liga 2 melawan Deltras Sidoarjo. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Persibo Bojonegoro buka suara terkait putusan Komite Disiplin hingga PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hasil pertandingan Liga 2 Indonesia 2024/2025 dengan Deltras Sidoarjo. Manajemen heran skor akhir bisa diubah di luar pertandingan.

Kisruh duel Deltras vs Persibo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo masih terus bergulir. Kericuhan laga yang berlangsung pada 11 Januari itu bermula dari protes keras yang dilakukan oleh para pemain dan ofisial Deltras.

Tuan rumah tak terima dengan gol Persibo Bojonegoro dari indirect free kick. Gol itu membuat pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Namun, Deltras menganggap gol itu tidak sah dan akhirnya laga terhenti pada menit ke-90+4 dan merjadi kekacauan dan kisruh.

Kericuhan Deltras vs Persibo cukup panjang. Kedua belah pihak diduga terlibat baku pukul yang mengakibatkan lima pemain Persibo kini alami luka berat.

Buntut kasus tersebut, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menganulir gol tersebut dengan alasan gol tidak sah. Persibo tak terima dan langsung melakukan banding ke Komite Banding (Komding). Tapi, ditolak dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator memutuskan kedua tim harus lakoni laga tunda sisa menit dengan keadaan Persibo tertinggal 0-1. 

Keputusan PT LIB itu tertuang dalam surat bernomor 065/LI-COR/I/2025 yang ditanda tangani Direktur Utama LIB, Ferry Paulus. Surat tersebut telah disampaikan ke pihak Persibo dan Deltras. 

Presiden Persibo, Deddy Adrianto Wibowo, mengaku kecewa berat dengan keputusan-keputusan tersebut. Sebab, manajemen merasa kubu Persibo dirugikan sebab adanya pemain yang alami luka berat akibat kekerasan.

"Sejujurnya kami belum pernah melihat hal seperti ini terjadi sebelumnya di dunia sepak bola. Kami sangat kecewa dengan keputusan ini." ujar Deddy Adrianto kepada pewarta di bilangan Jakarta, Kamis (16/1) malam.

"Belum lagi kami juga menyoroti aksi kekerasan yang terjadi terhadap pemain-pemain Persibo di lapangan pada saat itu. Saat ini kami sungguh tidak mengerti bagaimana sepak bola di Indonesia ini berjalan. Peraturan mana yang harus kami mengerti," imbuhnya.

Selain itu, Deddy juga menyoroti gol Persibo yang dianulir. Menurutnya, keputusan wasit yang mengesahkan gol itu, dan skor yang berakhir 1-1 bersifat mutlak tak diganggu gugat. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Deddy pun mempertanyakan konsisten regulasi yang diterapkan PT LIB. "Pemain kami dipukuli tanpa ada konsekuensi, skor diubah di luar pertandingan. Apakah hal-hal seperti ini normal di sepak bola Indonesia? Apabila tidak ada perubahan terhadap keputusan ini, maka pemahaman kami akan sepak bola di Indonesia ini akan berbeda," ucapnya.

"Yaitu, wasit tidak memiliki keputusan mutlak, skor bisa dianulir di luar pertandingan, Dan, tidak diperlukan keadilan terhadap kekerasan yang terjadi di lapangan," jelas Deddy menambahkan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore