
Joaquin Gomez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Borneo FC menggantikan Pieter Huistra. (Media Borneo FC)
JawaPos.com - Perjalanan karier Joaquin Gomez yang penuh inspirasi membawanya ke posisi sebagai Pelatih Kepala Borneo FC untuk sisa musim Liga 1 2024/2025 pada Kamis (16/1). Kisah hidupnya dipenuhi berbagai drama yang membuatnya terus berkembang di dunia sepak bola.
Borneo FC memutuskan untuk merombak struktur kepelatihannya. Klub asal Samarinda itu baru saja memutus hubungan dengan Pieter Huistra akibat penurunan performa klub.
Dalam situasi penuh tekanan, manajemen klub memandang Gomez sebagai sosok yang tepat untuk Borneo FC. Pelatih berusia 38 tahun itu pernah menjabat di segala posisi pekerjaan di dunia sepak bola seperti Youth Coach, Assistant Manager, Match Analyst, hingga Manager.
Sejumlah klub pernah ditangani oleh Gomez, seperti Derby County sebagai analis pertandingan, kemudian menjadi asisten manajer untuk Brighton, Luton Town, dan Stoke City, dan Al-Qadsiah. Lalu sebagai pelatih utama di SJK Seinajoki, Helsinki IFK, dan Volos NPS.
Borneo FC saat ini sedang berada di peringkat ke-10 dengan 26 poin di klasemen sementara. Gomez diharapkan mampu meningkatkan performa Diego Michiels dan kolega.
“Dengan jam terbang tinggi di Eropa dan Asia, Joaquin Gomez diharapkan mampu meracik taktik yang tepat, sesuai filosofi Borneo FC Samarinda untuk mendongkrak posisi Borneo FC Samarinda ke papan atas BRI Liga 1 musim ini,” tulis laman resmi Borneo FC.
“Selain untuk mengejar target tim, Joaquin Gomez yang memiliki banyak pengalaman di tim muda juga diharapkan mampu mengangkat performa para penggawa muda Pesut Etam,” tambahnya.
Gomez akan melakoni laga debutnya sebagai Pelatih Kepala Borneo FC saat menjamu Arema FC di Stadion Batakan, Balikpapan, pada Minggu (19/1) mendatang.
Rekam Jejak Joaquin Gomez Menjadi Pelatih
Gomez memulai langkahnya di dunia kepelatihan dari titik nol. Tidak seperti kebanyakan pelatih lainnya, dia tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional.
Memasuki dunia kepelatihan tanpa pengalaman sebagai pemain profesional tentu bukan perkara mudah. Namun, Gomez adalah bukti bahwa dedikasi dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan.
Gomez sebenarnya memulai kariernya di lapangan hijau sebagai pemain sepak bola semi-profesional. Di sebuah desa kecil bernama Sotillo de la Adrada, yang terletak dekat dengan Madrid, Spanyol, dia sempat merasakan atmosfer kompetisi di level lokal.
Namun sejak dini, Gomez menyadari bahwa jalannya bukan sebagai pemain sepak bola. Impiannya jelas: menjadi sosok yang membimbing tim dari pinggir lapangan.
Keputusan besar Gomez mulai diwujudkan pada tahun 2010. Dalam usia 24 tahun, Gomez meninggalkan tanah kelahirannya dan terbang ke Inggris bersama Beatrez, yang dulu menjadi kekasih dan kini sebagai istrinya.
