
Joaquin Gomez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Borneo FC menggantikan Pieter Huistra. (Media Borneo FC)
JawaPos.com - Manajemen Borneo FC melakukan perombakan pada sektor pelatih kepala dengan mengakhiri kerja sama dengan juru taktik asal Belanda, Pieter Huistra. Borneo FC telah menemukan pengganti dari Huistra, pelatih yang mampu membawa Pesut Etam memuncaki klasemen Liga 1 reguler series musim lalu.
Dikutip dari laman Borneo FC, Kamis (16/1), pengakhiran kerja sama Borneo dengan Huistra berdasarkan evaluasi dari manajemen terkait hasil pada beberapa pertandingan terakhir yang dinilai kurang memuaskan.
Tak perlu waktu lama, Borneo FC akhirnya menemukan sosok pengganti Pieter Huistra sehari setelah pencopotan sebagai pelatih kepala. Juru taktik baru Borneo FC berasal dari Spanyol, yakni Joaquin Gomez.
Dikutip melalui akun Instagram resmi klub, Borneo FC mendatangkan pelatih asal Spanyol dengan segudang pengalaman itu sebagai head coach untuk mengarungi Liga 1 musim ini.
Dengan jam terbang tinggi di Eropa dan Asia, Joaquin Gomez diharapkan mampu meracik taktik yang tepat untuk mendongkrak posisi Borneo FC ke papan atas Liga 1 Indonesia musim ini.
Joaquin Gomez akan menjadi pelatih kepala termuda di Liga 1 Indonesia musim ini dengan usia 38 tahun, namun pengalamannya sudah terbilang banyak di klub Finlandia dan Yunani.
Borneo FC saat ini tertahan di posisi 10 klasemen dengan raihan 26 poin. Mereka tertinggal setidaknya 5 poin dari posisi 4 besar Liga 1 saat ini, yaitu Persik Kediri yang mengoleksi 30 angka.
Manajemen Borneo FC tidak hanya ingin menargetkan papan atas, namun berniat memaksimalkan dan mengangkat potensi pemain muda yang ada di skuad Borneo dengan perekrutan Joaquin Gomez.
Pesut Etam saat ini memiliki 7 pemain di bawah usia 22 tahun yang di dalam regulasi PT. LIB wajib memainkan setidaknya 1 pemain di bawah U-22 tahun.
Beberapa pemain muda yang telah mendapat menit bermain untuk Borneo FC, seperti Daffa Fasya, Alfharezzi Buffon, Dika Kuswardani, Rivaldo Pakpahan, dan Dwiki Hardiansyah telah melakoni itu. Sedangkan dua pemain tersisa yang belum mendapat kesempatan bermain, yakni Rizdjar Nurviat serta Asgal Habib.
Sementara pengalaman Joaquin Gomez sebagai pelatih kepala tidak perlu diragukan lagi. Ia telah menangani sejumlah tim di Eropa seperti Super League 1 Yunani dan Liga Utama Finlandia.
Bersama Helsinki FK dan SJK Seinajoki, ia tercatat menampilkan 106 pertandingan di Liga Finlandia selama dua musim. Sebelum berlabuh ke Borneo FC, ia lebih dulu bergabung dengan klub Yunani, Volos NPS.
Ketika menjadi asisten pelatih, ia beberapa kali menukangi klub Eropa dan Asia, seperti Luton Town dan Stoke City di Inggris musim 2019. Timnas Finlandia U-21 2019/2020, serta Al-Qadsiah, klub Liga Utama Arab Saudi.
