
Pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat tiba dari pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (11/1/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ketika hati penggemar belum menerima, maka di situlah berbagai cara dilakukan untuk meluapkan perasaan kritik. Salah satunya mengganti nama Patrick Kluivert menjadi Patrick Star, salah satu tokoh animasi di serial SpongeBob Squarepants.
Penggemar setia Timnas Indonesia sejatinya masih belum percaya atas kebijakan PSSI memberhentikan Shin Tae-yong (STY). Mereka menganggap pelatih asal Korea Selatan itu masih cakap dalam menangani skuad Garuda, meski dianggap PSSI minus dalam proses komunikasi dengan pemain dan ofisial.
Selama lima tahun, STY memang belum bisa berbicara dalam Bahasa Indonesia. Ia juga tak cakap dalam berbahasa Inggris, apalagi Belanda yang mayoritas pemain diaspora Garuda berasal dari Negeri Kincir Angin.
Fakta ini yang menjadi landasan PSSI mencopotnya, dan kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti. Mereka menilai kehadiran legenda Belanda itu dapat cair ketika berkomunikasi dengan Jay Idzes dan kolega.
Tapi, tetap saja netizen seolah belum menerima. Mereka kemudian membuat ulah dengan mengubah nama Patrick Kluivert menjadi Patrick Star di laman Wikipedia.org.
wikipedia.org
Jika Anda masuk ke laman tersebut (Wikipedia berbahasa Inggris), kemudian mengetik Indonesia National Football Team, maka di bagian pelatih kepala terdapat nama Patrick Star, bukan Patrick Kluivert.
Entah PSSI di bawah kendali kepemimpinan Erick Thohir atau Patrick Kluivert mengetahui hal ini atau tidak. Yang jelas, perubahan nama ini mencerminkan bentuk ketidakpuasan.
Mereka kemudian coba mengubah nama Patrick Kluivert sebagai bentuk candaan, meski kita semuanya tentu harus mengakhirinya. PSSI telah membuat keputusan, dan kita selaku penggemar Timnas Indonesia harus mendukung penuh kebijakan tersebut.
Kini, kita tinggal menunggu tangan ajaib Patrick Kluivert, bukan Patrick Star (yang memiliki karakter sembrono dan bertingkah konyol) dalam menangani skuad Garuda. Apalagi, Indonesia sudah ditunggu dua agenda terdekat di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia akan bertemu dengan Australia pada 20 Maret 2025, kemudian menjamu Bahrain lima hari kemudian. Mari kita dukung sepenuhnya perjuangan skuad Garuda menuju Piala Dunia 2026.
