
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. PSSI akan mengusut pelaku rasisme saat Indonesia menghadapi Bahrain beberapa waktu lalu. (Instagram @arya.m.sinulingga)
JawaPos.com- Arya Sinulingga, Anggota Komite Eksekutif PSSI, menunjukkan kemarahannya setelah Mees Hilgers, salah satu pemain diaspora Timnas Indonesia, dituding sebagai penyebab pemecatan Shin Tae-yong.
Dikutip dari postingan ultras.id, Arya menyebut serangan terhadap Hilgers adalah upaya untuk merusak Timnas Indonesia. Arya mengungkapkan bahwa ribuan warganet menyerang pemain diaspora ini di media sosial.
“Jadi ada usaha untuk menghancurkan Timnas Indonesia. Sejak kemarin, ada ribuan orang yang menyerang pemain diaspora kita,” ujar Arya dalam pernyataannya.
Serangan ini bermula dari tudingan bahwa Hilgers tidak mengucapkan salam perpisahan kepada Shin Tae-yong setelah kontrak pelatih asal Korea Selatan itu tidak diperpanjang oleh PSSI.
Menurut Arya, tudingan ini tidak berdasar dan malah merugikan Timnas Merah Putih.
“Kenapa kalian menyerang pemain diaspora? Apa kalian mau mereka takut bergabung dengan Timnas Indonesia? Itu tujuan kalian? Kalau iya, kalian itu jahat!,” tegas Arya dengan nada tinggi.
Tudingan terhadap Mees Hilgers bermula dari pernyataan Arya Sinulingga yang menjelaskan salah satu masalah internal dihadapi Timnas Indonesia.
Ia menyinggung insiden ketika seorang pemain mengalami cedera, tidak dipanggil timnas, namun justru terlihat bermain untuk klubnya.
“Di sinilah masalah harmoni mulai muncul, Tapi, saya tidak ingin membuka semuanya.” ungkap Arya.
Pernyataan tersebut diduga merujuk pada kasus Mees Hilgers, yang pernah mengalami cedera dan tidak dipanggil oleh Shin Tae-yong, meskipun kemudian bermain untuk klubnya. Hal inilah yang memicu warganet menyerang Hilgers di media sosial, menyebutnya sebagai penyebab disharmoni tim dan pemecatan Shin Tae-yong.
Setelah menerima banyak komentar negatif, Mees Hilgers akhirnya mengunggah salam perpisahan kepada Shin Tae-yong di media sosial. Namun, unggahan tersebut datang terlambat, dan akun Instagramnya telah terlanjur dipenuhi komentar yang mempertanyakan loyalitasnya.
