
Skuad PSS Sleman. (Instagram PSS Sleman)
JawaPos.com - Manajemen PSS Sleman baru saja menuntaskan permasalahan yang menjerat klub Super Elang Jawa yang menjadi masalah pada musim ini. Permasalahan tersebut berasal dari FIFA terkait sanksi yang kemudian menutup pergerakan mereka pada bursa transfer.
Per Rabu (8/1), PSS Sleman telah terlepas dari jeratan banned registration setelah dicabut oleh FIFA berdasarkan laman resminya.
Pihak FIFA akan selalu memperbaharui informasi tim yang sudah atau belum menyelesaikan kasusnya pada hari Selasa setiap minggunya. Terbaru PSS Sleman sudah tak terdaftar di laman registration bans.
Sehingga, saat ini PSS Sleman dapat mendaftarkan pemain baru yang didatangkan. Rumor terbaru, PSS akan kedatangan pemain berposisi sebagai gelandang.
Sejumlah tim tanah air masih terindentifikasi terkena jeratan itu. Hal ini membuat mereka tak bisa melakukan aktivitas jual-beli pemain baru. Persiwa Wamena, Sada Sumut, Kalteng Putra dan Persikota per 8 Januari belum mengakhiri masalah itu.
Lalu apa penyebab tim tersebut mengalami sanksi larangan mendaftarkan pemain dari FIFA seperti yang dialami klub sepak bola Indonesia?
FIFA menjatuhkan sanksi bagi para klub yang dilaporkan tidak mematuhi aturan profesionalisme. Salah satunya melakukan pelanggaran terkait pembayaran gaji pemain dan tidak menaati kontrak.
Contohnya adalah kasus Marko Simic dan BG Pathum Thailand yang akhirnya mendorong FIFA menjatuhkan sanksi kepada Persija Jakarta tahun 2023/2024. Hal ini membuat Persija tak dapat mendaftarkan pemain ke skuad resmi.
Penyebab Marko Simic melapor ke FIFA adalah lantaran mantan klubnya itu tidak memberikan gajinya. Simic melalui Instagramnya memutuskan mundur dari Persija pada 2022 lalu. Ia kemudian merencanakan melaporkan ke pihak FIFA agar manajemen segera memberikan kewajibannya.
Tidak hanya kasus gaji pemain, FIFA juga menjerat Persija karena belum dapat menuntaskan biaya transfer pemain dari klub Liga Thailand.
Kala itu, Persija menginginkan jasa pemain klub Thailand yaitu Ryo Matsumura untuk masuk skuadnya. Namun Persija tak kunjung menyelesaikan skema transfernya. Hal ini membuat FIFA memberikan sanksi Persija dengan larangan transfer hingga 3 tahun.
Persija akhirnya menyelesaikan permasalahan dengan keduanya setelah melunasi denda yang diberikan. Dikutip dari web Persija (3/4/24), mereka akan berkoordinasi dengan klub asal pemain tersebut agar ancaman sanksi itu muncul karena adanya kewajiban Persija menyelesaikan ketika mendatangkan pemain baru.
