
Yandi Sofyan diperkenalkan Persija Jakarta sebagai pemain baru berstatus pinjaman dari Malut United. (persija.id)
JawaPos.com - Persija Jakarta memperkenalkan Yandi Sofyan sebagai rekrutan baru mereka. Pemain jebolan SAD Uruguay tersebut didatangkan dengan status pinjaman dari Malut United sampai akhir musim untuk mempertajam lini serang Macan Kemayoran.
Rumor yang menguat belakangan akhirnya terjawab sudah ketika Selasa (7/1) sore Yandi Sofyan resmi diperkenalkan sebagai amunisi anyar Persija Jakarta melalui media sosial klub.
"Wajah baru di lini serang Persija! Selamat datang, Yandi Sofyan," tulis akun Instagram Persija Jakarta disertai emoji macan di akhir kalimat.
Kedatangan pemain 32 tahun itu dengan segudang pengalamannya di Liga 1 Indonesia tentu diharapkan mampu menambah persaingan di sektor depan Persija Jakarta yang sebelumnya sudah berisi Gustavo Almeida, Marko Simic, dan Agi Firmansyah.
Dua nama pertama lebih sering mengisi pos penyerangan Persija Jakarta dan secara bergantian melakukan tugasnya untuk menjadi juru gedor skuad Macam Kemayoran.
Sampai paruh musim, duet penyerang ini total sudah menciptakan 14 gol dengan Gustavo Almeida mengoleksi 11 gol dan Marco Simic tiga gol.
Sedangkan Agi Firmansyah adalah pemain muda yang baru saja diorbitkan ke tim utama dan belum mendapat kesempatan bermain.
Yandi Sofyan sendiri berambisi untuk bisa berkontribusi besar untuk tim barunya tersebut.
"Yang pasti saya akan berusaha maksimal membantu tim, mencetak gol itu bonus. Yang paling penting adalah tim bisa mendapatkan poin maksimal di setiap laga," ucap eks pemain Bali United ini seperti dilansir dari laman resmi klub Selasa (7/1).
Sebelum bergabung dengan Persija Jakarta, Yandi Sofyan telah malang melintang di berbagai klub di Liga 1 Indonesia maupun luar negeri.
Di awal kariernya setelah menyelesaikan program SAD di Uruguay, Yandi sempat mencicipi Liga Belgia dengan bergabung bersama CS Vise. Meski tidak sampai setahun kemudian, ia memutuskan pulang ke Indonesia dan merapat ke Arema.
Setelah itu ia sempat kembali ke luar negeri tepatnya ke Australia bersama Brisbane Roar U-21 dengan status pinjaman dari Arema. Barulah kemudian, setelah menyelesaikan kontrak dengan Arema di 2014 ia mulai merasakan sengitnya kompetisi Indonesia era Liga 1 bersama Persib Bandung, Bali United, dan Persikabo Kab. Bogor (PS Tira Kabo).
Puncak penampilan pemain asal Garut ini adalah ketika ia berseragam Persikabo Kab. Bogor. Dari total dua musim yang dijalani, ia diturunkan sebanyak 59 laga dengan koleksi 12 gol.
Sedangkan di paruh pertama musim ini, pemain setinggi 176 cm tersebut baru diturunkan oleh Malut United sebanyak lima pertandingan dan belum mencetak sebiji gol pun.
Lantaran catatan statistiknya yang tidak terlalu menonjol, ia tetap berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya di bawah arahan Carlos Pena.
