
Shin Tae-yong bersama Raffi Ahmad dalam acara launching STY Foundation di kantor RANS Entertainment. (Instagram Rans Entertainment)
JawaPos.com - Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal Januari 2025 mengejutkan banyak pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pelatih asal Korea Selatan ini dikenal membawa perubahan signifikan dalam timnas, meskipun berbagai masalah, termasuk komunikasi dan taktik, akhirnya membuat PSSI memutuskan hubungan lebih cepat dari yang dijadwalkan.
Namun, di balik pemecatan tersebut, ada pertanyaan penting yang muncul—bagaimana nasib sekolah sepak bola yang telah didirikan oleh Shin Tae-yong di Indonesia?
Shin Tae-yong Foundation (STYF) adalah yayasan yang didirikan oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mendukung pengembangan sepak bola di Indonesia. Yayasan ini bertujuan untuk memberikan fasilitas dan dukungan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan karakter dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola.
STYF memiliki beberapa misi utama yang berfokus pada peningkatan kualitas sepak bola di Indonesia, antara lain menemukan dan mengembangkan bakat sepak bola di Indonesia, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pemain muda, baik dari segi keterampilan teknis maupun mental, serta menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi para pemain muda.
Selain itu, yayasan ini juga mengembangkan dan merawat fasilitas olahraga, mendirikan akademi sepak bola, dan menyelenggarakan liga sepak bola untuk junior.
Latar Belakang Pendirian dan Kolaborasi dengan Raffi Ahmad
STY Foundation diluncurkan secara resmi oleh Shin Tae-yong dengan tujuan untuk menemukan, mengembangkan, dan mendukung bakat-bakat muda di dunia sepak bola Indonesia.
Yayasan ini merupakan hasil kolaborasi antara Shin Tae-yong dan Raffi Ahmad, artis ternama yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dalam keterangan resminya, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa pendirian yayasan ini berawal dari keprihatinannya terhadap minimnya program pembinaan usia dini di sepak bola Indonesia.
"Ketika pertama kali saya melihat program untuk anak-anak, saya merasa sangat kurang, dan perlu perbaikan. Saya berharap kita bisa bekerja sama untuk mendukung anak-anak yang ingin berkompetisi," ujar Shin Tae-yong pada 4 November.
Bagaimana Masa Depan Program Pembinaan Pemain Muda yang Ada di STYF?
Shin Tae-yong tidak hanya dikenal sebagai pelatih Timnas Indonesia, tetapi juga sebagai sosok yang berkomitmen untuk mengembangkan bakat-bakat muda. Sekolah sepak bola yang ia dirikan, yang kini berkembang pesat, tentu memiliki dampak besar terhadap dunia sepak bola Indonesia di masa depan.
Tanpa kepemimpinan langsung dari Shin Tae-yong, manajemen diprediksi bakal memutar otak, terutama menjaga hubungan dengan sponsor.
Pengaruh Pemecatan STY dan Berubahnya Persepsi Publik Terhadap SSB-nya
Shin Tae-yong dikenal memiliki banyak penggemar, terutama di kalangan suporter Timnas Indonesia yang memuji dedikasi dan kinerjanya. Dengan pemecatan yang mengejutkan ini, baik pihak STYF maupun sponsor sama-sama dalam posisi yang tidak diuntungkan.
