
Patrick Kluivert dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. (BELGA MAG/AFP)
JawaPos.com - Timnas Indonesia kini tengah mencari juru taktik baru setelah secara resmi memberhentikan Shin Tae-yong dari posisinya sebagai pelatih kepala. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, dalam konferensi pers pada Senin (6/1).
Shin Tae-yong, yang telah menangani Timnas Indonesia selama lima tahun sejak 2019, harus mengakhiri masa baktinya. Keputusan ini mengakhiri perjalanan panjang pelatih asal Korea Selatan tersebut yang sebelumnya memimpin Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa PSSI telah memiliki calon pengganti untuk posisi pelatih kepala Timnas Indonesia. Nama yang mencuat berasal dari Belanda, dan semua indikasi mengarah pada Patrick Kluivert, eks pelatih Adana Demirspor, klub Super Lig Turki.
Patrick Kluivert, mantan striker legendaris Barcelona dan Timnas Belanda, baru saja menyelesaikan tugasnya bersama Adana Demirspor pada musim lalu.
Selama 14 pertandingan, ia mencatatkan 5 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 4 kekalahan, memberikan rasio kemenangan sebesar 1,50 poin per pertandingan, menurut laman Transfermarkt.
Rumor semakin menguat setelah jurnalis transfer kenamaan, Fabrizio Romano, mengunggah kabar mengenai Kluivert melalui akun media sosialnya. “Patrick Kluivert akan menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Indonesia yang baru,” tulis Romano pada (6/1). Meski begitu, PSSI belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim tersebut.
Rekam Jejak Patrick Kluivert
Patrick Kluivert memiliki pengalaman luas dalam dunia kepelatihan, meski lebih banyak berkutat dengan tim muda dan akademi. Ia pernah menjabat sebagai manajer akademi Barcelona, melatih Ajax U-19, dan FC Twente II, di mana ia meraih kesuksesan pada kompetisi Beloften Nacompetitie. Di Twente II, Kluivert mencatatkan rasio kemenangan 1,80 poin per pertandingan selama 46 laga yang dijalani antara 2011 dan 2013.
Berbeda dengan Shin Tae-yong yang lebih berfokus pada tim nasional, Kluivert memiliki pengalaman mengembangkan pemain muda di berbagai klub besar Eropa. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas Belanda di bawah Louis van Gaal, yang berhasil membawa timnya ke posisi ketiga Piala Dunia 2014.
Pengalamannya ini menjadi salah satu alasan PSSI kemungkinan besar tertarik padanya. Indonesia membutuhkan pelatih yang mampu membangun fondasi kuat dari level usia muda, mengingat pentingnya regenerasi pemain untuk masa depan sepakbola nasional.
Perbandingan dengan Shin Tae-yong
Meski Kluivert memiliki pengalaman di level klub yang lebih bervariasi, Shin Tae-yong telah meninggalkan jejak prestasi signifikan di Timnas Indonesia. Selama kepemimpinannya, Indonesia mencatatkan pencapaian bersejarah, seperti lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia dan 16 besar Piala Asia.
Namun, dengan visi baru yang diusung PSSI, Kluivert diharapkan mampu memberikan perhatian lebih pada pengembangan pemain muda, sekaligus membawa gaya permainan modern ala Belanda ke skuad Garuda.
Dengan semua rumor dan spekulasi yang beredar, publik sepakbola Indonesia kini menanti pengumuman resmi PSSI pada 12 Januari mendatang. Apakah Kluivert benar-benar akan membawa perubahan besar bagi Timnas Indonesia? Waktu yang akan menjawab.
