
Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir punya ambisi besar untuk membawa tim nasional Indonesia ke Piala Dunia 2026. Peluang itu masih ada.
Mengingat, saat ini, Indonesia sedang bertengger di posisi ketiga klasemen sementara grup C ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan mengantongi 6 poin. Perolehan poin itu hanya berjarak 1 angka dari Australia yang ada di posisi kedua.
Berdasar regulasi ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, tim yang finish di peringkat pertama dan kedua pada tiap-tiap grup akan langsung melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sedangkan tim yang finish di posisi ketiga dan keempat pada tiap-tiap grup akan melanjutkan perjuangan untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 lewat ronde keempat.
Ambisi Erick tersebut terdengar sampai ke Italia. Orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia masih hangat diperbincangkan di Italia karena pernah menjadi presiden klub Inter Milan pada periode 2013-2018.
Namun, Tuttosport, salah satu media ternama Italia, menilai timnas Indonesia akan sulit melaju ke Piala Dunia 2026 jika masih dilatih Shin Tae-yong (STY). Sebab, metode latihan pelatih asal Korea Selatan tersebut dinilai terlalu condong kepada aspek fisik dan stamina. Karena itu, Tuttosrpot berspekulasi Erick bakal mengganti STY dengan pelatih lain. Kemungkinan dari Eropa.
Asisten pelatih timnas Indonesia Shin Sang-gyu angkat bicara mengenai filosofi melatih STY. Pelatih fisik timnas Indonesia itu mengungkapkan, STY ingin timnya tidak hanya kuat dalam bertahan. Tapi juga agresif dalam menyerang.
Filosofi itu membuat para pemain dituntut memiliki fisik yang bagus. Jika stamina pemain lemah, tim akan memiliki transisi yang buruk. Baik transisi saat bertahan maupun menyerang.
“Dia bisa memilih untuk tidak bermain dengan sepenuhnya bertahan dan ingin terus menyerang. Meskipun, kami menghadapi lawan yang lebih kuat,” ucap Shin.
“Tapi, yang dia inginkan dar timnas Indonesia adalah bisa menekan di lini pertahanan lawan. Tapi, saat transisi, dia ingin para pemain kembali ke setengah pertahanan dengan sangat cepat. Lalu, sesegera mungkin merebut kembali penguasaan bola. Dia juga ingin semua pemain bisa terlibat saat tim menyerang,” imbuhnya.
Dia menilai filosofi bermain yang diinginkan STY tersebut berjalan baik di timnas senior. Hal itu dibuktikan dengan posisi timnas Indonesia dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026 saat ini. “Jadi, jika bicara filosofi sepak bola, dan gaya permainannya, memang menuntut kemampuan fisik yang mumpuni,” tandasnya. (fiq/ali)
