
Ernando Ari berpotensi hengkang dari Persebaya Surabaya berdasarkan Bosman Rule seperti Rizky Ridho. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Para penggemar sepak bola tentu sering mendengar kasus pemain yang kontraknya habis di akhir musim bebas untuk bernegosiasi dengan klub lain mulai Januari. Mengapa aturan ini bisa terjadi dan apa yang membuatnya menjadi ketentuan yang begitu berpengaruh?
Aturan ini dikenal sebagai Bosman Rule, sebuah ketentuan yang merevolusi dunia transfer sepak bola. Jean-Marc Bosman, seorang pemain Belgia, adalah sosok yang memicu perubahan besar ini saat ia merasa dirugikan oleh klubnya sendiri.
Pada tahun 1990, Bosman yang saat itu berusia 25 tahun memperjuangkan haknya sebagai pemain yang bebas memilih masa depannya. Bosman kala itu bermain untuk klub RFC Liege, di mana kontraknya akan segera habis, namun ia tidak bisa pindah ke klub lain tanpa persetujuan Liege.
Di tengah kontraknya yang hampir berakhir, klub asal Prancis, Dunkirk, datang dengan penawaran untuk merekrut Bosman. Sayangnya, Liege meminta biaya transfer kepada Dunkirk, dan ketika Dunkirk tak sanggup, Liege malah memotong gaji Bosman hingga 75 persen.
Merasa tertekan, Bosman membawa kasus ini ke pengadilan Eropa untuk memperjuangkan kebebasannya sebagai pesepak bola profesional. Dengan dukungan pengacara Luc Misson dan Jean-Louis Dupont, ia menggugat Liege dan Federasi Sepak Bola Belgia.
Bosman merasa dirinya diperlakukan tidak adil, dan ia juga melawan UEFA, yang mengatur transfer pemain di Eropa saat itu. Dalam argumennya, Bosman merujuk pada Treaty of Rome, yang menjamin kebebasan bergerak bagi setiap pekerja, termasuk pesepak bola di wilayah Eropa.
Selama proses hukum yang panjang, Bosman harus menghadapi larangan bermain dari federasi sepak bola Belgia. Bahkan, banyak klub menolak untuk mengontraknya karena kasusnya melawan sistem yang sudah ada.
Setelah lima tahun perjuangan, pada 15 Desember 1995, pengadilan memenangkan Bosman, dan lahirlah apa yang sekarang kita kenal sebagai Bosman Rule. Aturan ini menyatakan bahwa setiap pemain yang kontraknya habis berhak untuk bergabung dengan klub lain tanpa biaya transfer.
Bosman Rule mengubah aturan transfer di seluruh dunia, karena para pemain menjadi bebas untuk bernegosiasi dengan klub mana pun saat kontraknya memasuki masa enam bulan terakhir. Mereka tidak lagi terikat pada izin dari klub lamanya, sehingga memperbesar peluang pemain untuk mendapatkan klub baru.
Pemain juga mendapatkan bargaining power yang lebih tinggi untuk meminta gaji dan fasilitas yang lebih baik. Mereka dapat memanfaatkan situasi ini dengan memberikan tekanan kepada klub lama agar segera memperbarui kontrak mereka atau melepas mereka secara gratis.
Misalnya, pada 2021, Lionel Messi yang kontraknya habis pada Juni dapat melakukan negosiasi pra-kontrak pada Januari dengan klub lain tanpa intervensi Barcelona. Dalam kasus seperti ini, Barcelona hanya bisa menawarkan kontrak baru, tanpa bisa menghalangi Messi bernegosiasi dengan klub lain.
Hal ini menjadi berbeda jika seorang pemain masih memiliki kontrak panjang, di mana klub peminat harus bernegosiasi dengan klub asal pemain tersebut. Chelsea, misalnya, tak bisa langsung memberikan proposal gaji kepada Declan Rice tanpa persetujuan West Ham jika kontraknya masih panjang.
Namun, jika kontrak Rice menyisakan enam bulan saja, Chelsea akan bebas untuk melakukan kontak dan membahas pra-kontrak secara langsung. Artinya, situasi seperti ini memungkinkan klub besar untuk merencanakan transfer gratis dan menambah kekuatan tim tanpa perlu biaya besar.
Bosman Rule memberikan keuntungan bagi pemain karena mereka bisa menjamin masa depannya lebih awal, tanpa takut akan menganggur setelah kontraknya habis. Di sisi lain, klub harus lebih aktif memperbarui kontrak pemain sebelum memasuki masa enam bulan terakhir agar tidak kehilangan pemain secara cuma-cuma.
Situasi yang sama bisa saja terjadi pada kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari, yang kontraknya habis pada 31 Januari 2025. Sama halnya dengan Rizky Ridho yang telah lebih dulu hengkang ke Persija Jakarta, Ernando pun berpotensi untuk bebas memilih klub baru berdasarkan Bosman Rule.
