
KIPER UTAMA: Maarten Paes berpotensi jadi kiper utama di Piala AFF karena jadwal yang sudah libur di kompetisi MLS bersama FC Dallas dan gantikan kiper Persebaya Ernando Ari. (Instagram Maarten Paes)
JawaPos.com — Piala AFF 2024 semakin mendekat, dan ekspektasi terhadap Timnas Indonesia pun semakin memuncak. Dengan drawing baru saja dilakukan, Timnas Indonesia mengetahui lawan-lawan mereka di fase grup yang tergabung dalam Grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Meskipun bukan turnamen FIFA, Piala AFF 2024 tetap menjadi sorotan bagi para pencinta sepak bola Tanah Air. Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, sedang merancang strategi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan ini.
Tapi, sebelum masuk ke dalam komposisi andalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024, perlu dipertimbangkan juga faktor pemain-pemain yang bermain di luar negeri atau yang sering dikenal sebagai "abroad players".
Dari sekian pemain abroad yang sering dipanggil ke Timnas Indonesia, hanya tiga di antaranya yang diprediksi akan bergabung dengan skuad Piala AFF 2024. Mereka adalah Asnawi Mangkualam (Port FC), Pratama Arhan (Suwon FC), dan Jordi Amat (JDT).
Prediksi ini didasarkan pada jadwal kompetisi liga di negara masing-masing, di mana para pemain tersebut dapat bergabung dengan Timnas Indonesia pada periode Piala AFF.
Tidak hanya itu, ada satu nama lagi yang berpotensi besar untuk bergabung dengan Timnas Indonesia, yaitu Maarten Paes dari FC Dallas. Meski jadwal kompetisi MLS berakhir pada Oktober 2024, keikutsertaan FC Dallas dalam babak play-off bisa memengaruhi ketersediaan Maarten Paes untuk Timnas Indonesia.
Namun, jika FC Dallas tidak melaju ke babak play-off, Maarten Paes akan menjadi pilihan yang sangat menarik sebagai kiper utama Timnas Indonesia. Tentu saja, hal ini juga bergantung pada izin dari FC Dallas.
Maarten Paes, penjaga gawang andal FC Dallas, telah mengukir performa yang menarik dalam musim MLS 2023/2024. Dalam 12 pertandingan yang dimainkan, dia tampil sebagai starter tanpa terlewatkan, membuktikan keandalannya di antara mistar gawang.
Dengan rata-rata 90 menit per pertandingan, Paes berhasil membuat 3.6 penyelamatan per game dengan tingkat keberhasilan mencapai 72%, menunjukkan keunggulannya dalam mengamankan gawang.
Selain itu, dia berhasil mencegah rata-rata 1.19 gol per pertandingan, memperlihatkan ketangguhannya sebagai penghalang gol. Kemampuannya dalam mengantisipasi serangan juga patut diapresiasi, dengan rata-rata 0.6 kali sukses menutup ruang.
Meskipun tugasnya bukan mencatatkan assist, dia mampu mempertahankan akurasi umpan yang cukup solid dengan 77%, termasuk 93% di setengah lapangan sendiri. Dalam hal distribusi bola jarak jauh, Paes menunjukkan keahliannya dengan akurasi 43% dalam umpan panjang dan 64% dalam umpan chip.
Selain itu, meskipun satu kartu kuning tercatat di namanya, dia berhasil menjaga disiplin dengan tidak mendapatkan kartu merah. Dengan kontribusi yang konsisten di setiap pertandingan, Paes telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang yang patut diperhitungkan di MLS.
Jika Maarten Paes bergabung, tentu saja ini akan memberikan dampak pada komposisi tim, terutama di posisi penjaga gawang. Saat ini, posisi tersebut dipercayakan kepada Ernando Ari. Namun, dengan potensi kedatangan Paes, perubahan dalam line-up menjadi mungkin terjadi.
Dalam skema formasi yang digunakan oleh Shin Tae-yong, yakni 3-4-3, komposisi tim pun terbentuk. Bek-bek seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Alfeandra Dewangga menjadi tulang punggung pertahanan. Sementara itu, posisi wing back akan diisi oleh Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, memberikan dukungan ke depan sekaligus menopang pertahanan.
Di lini tengah, Marc Klok dan Ricky Kambuaya akan menjadi andalan sebagai gelandang sentral, mengatur ritme permainan dan memberikan kestabilan. Sedangkan di lini serang, trio Yakob Sayuri, Witan Sulaeman, dan Ramadhan Sananta diharapkan mampu menciptakan peluang-peluang berbahaya bagi lawan.
