
Terakhir kali pasukan Blaugrana cetak gol di Camp Nou. (Dok FC Barcelona)
JawaPos.com - Hansi Flick yakin kembalinya Barcelona ke Camp Nou akan memberi tim asuhannya dorongan besar, apalagi saat mereka bersiap untuk pulang ke stadion ikonik itu melawan Athletic Bilbao pada Sabtu (22/11) pukul 22.15 WIB.
Barca telah memainkan sebagian besar pertandingan kandang mereka sejak awal 2023/2024 di Stadion Olimpiade di Montjuic, dengan klub menghabiskan EUR 1,5 miliar untuk memodernisasi Camp Nou.
Kembalinya Blaugrana ke stadion ikonik itu telah tertunda beberapa kali, bahkan menyebabkan mereka memainkan pertandingan di Estadi Johan Cruyff, kandang tim B mereka awal musim ini.
Camp Nou akan memiliki kapasitas terbatas sebanyak 45.000 untuk pertandingan melawan Athletic, Sabtu (22/11), yang berada di posisi ketujuh di La Liga dengan 17 poin dari 12 pertandingan.
Blaugrana berada di posisi kedua, setelah memangkas keunggulan Real Madrid di puncak klasemen menjadi tiga poin menjelang jeda internasional.
"Kami semua senang bisa kembali ke Camp Nou, stadion sepak bola sungguhan," ujar Flick kepada para wartawan. "Ini kesempatan bagus untuk mengukur posisi kami."
"Kami lebih suka bermain di Camp Nou. Saat kami berlatih dan menaiki tangga, saya punya firasat yang luar biasa."
"Kami sangat menyukainya. Para penggemar sangat dekat dan bisa memberi kami semangat selama pertandingan, meskipun di Montjuic mereka juga melakukannya. Saya senang bisa terhubung dengan baik dengan para penggemar."
Pelatih Athletic Bilbao, Ernesto Valverde, yakin tim asuhan Flick belum menurunkan level mereka sejak merebut gelar musim lalu.
"Saya melihat mereka seperti tahun lalu, di level yang hebat. Memang benar seiring berjalannya waktu, tim-tim tahu cara bermain melawan mereka, itu wajar," kata Valverde, yang melatih Barca antara 2017 dan 2020 serta memenangkan dua gelar liga dan satu Copa del Rey.
"Tapi, mereka punya banyak kualitas untuk mencegah lawan melaju. Mereka selalu menekan ke area pertahanan sendiri. Mereka ingin bermain di area pertahanan sendiri, dan itu membuat mereka berbahaya karena kualitas yang mereka miliki di lini depan."
