Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 15.14 WIB

Pergumulan Setali Tiga Uang Ange Postecoglou dan Ruben Amorim: Antara Idealisme atau Membawa Keharmonisan Dalam Setiap Laga

Menanti Performa Ange Postecoglou di Tottenham Hotspur seperti kala membawa Celtic juara. (Istimewa) - Image

Menanti Performa Ange Postecoglou di Tottenham Hotspur seperti kala membawa Celtic juara. (Istimewa)

JawaPos.com - Tottenham Hotspur dan Manchester United sama-sama mengalami kekalahan di pekan ke-22 dalam lanjutan Inggris, Minggu (19/1) lalu. Tottenham dihantam oleh tim peringkat 16, Everton di Goodison Park dengan skor 2-3. Sementara itu, Manchester United mengalami kekalahan 1-3 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford.

Kedua tim saat ini tercecer di papan bawah klasemen. Manchester United saat ini berada di posisi ke-13 klasemen dengan 26 poin dan Tottenham Hotspurs berada di posisi ke-15 klasemen dengan 22 poin dari 22 pertandingan. Dua tim ini memiliki pelatih kepala yang memiliki idealisme tinggi dalam menyusun strategi bagi pemainnya.

Dimulai dari Ruben Amorim yang menangani Manchester United di tengah musim, setelah Erik Ten Hag dipecat setelah di awal musim dianggap gagal oleh sang pemilik Sir Jim Ratcliffe. Ruben Amorim didatangkan oleh Ratcliffe dari Sporting Lisbon yang musim 2023/20244 berhasil menjuarai Liga Portugal.

Ruben Amorim sampai saat ini memegang pakem 3-4-2-1, memainkan tiga bek sejajar ditumpu dengan 2 wing back di sisi kanan dan kiri, kemudian dibantu oleh dua pivot sejajar wing back. Selain itu, Ruben Amorim juga menambahkan opsi pemain di belakang penyerang, yang biasa diisi oleh Bruno Fernandes dan Amad Diallo.

Pada laga debutnya, Ruben Amorim berhasil melakukan instruksi kepada pemain Manchester United untuk tampil lebih agresif. Hasilnya adalah kemenangan perdana Ruben Amorim bersama Manchester United di kompetisi UEFA Europa League dengan skor 3-2, berkat gol Alejandro Garnacho dan dua gol Rasmus Hojlund atas Bodo/Glimt.

Sistem yang diterapkan oleh Ruben Amorim sejauh ini belum banyak membuktikan suksesnya, seperti kala menahkodai Sporting Lisbon. Ruben Amorim juga menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mengubah strategi miliknya dalam satu waktu, karena tetap tidak akan berjalan dengan baik.

“Saya beradaptasi untuk setiap pertandingan, penempatan posisi, dan penguasaan bola, para pemain mencoba untuk mengatasinya tanpa latihan. Jadi itu sangat sulit bagi mereka. Tetapi saya mempertahankan ide saya, saya ingin bermain dengan cara ini sampai akhir,” ucap Ruben Amorim kepada Sky Sports usai laga menghadapi Newcastle United di 31 Desember 2024 lalu.

Dalam kekalahan menghadapi Newcastle United di Old Trafford, ia mengatakan bahwa idenya akan tetap seperti itu. Dengan strategi yang ia terapkan maka pemain Manchester United diminta untuk memperbaiki performa di setiap sesi latihan dan performa di lapangan ketika berlaga di setiap kompetisi.

Di sisi lain, ada Ange Postecoglou yang bergabung bersama Tottenham Hotspurs pada musim 2023/2024 dari Celtic. Pelatih berkebangsaan Australia-Yunani itu sampai saat ini juga belum bisa melakukan apa yang ia terapkan di klub sebelumnya, Celtic.

Bersama Celtic, Ange Postecoglou telah mempersembahkan dua tropi liga Skotlandia dalam dua musim beruntun, musim 2021/2022 dan musim 2022/2023. Di musim 2022/2023, lebih tepatnya musim terakhirnya bersama Celtic, ia mendapatkan treble winner, dengan dua tropi lainnya yaitu Scottish League Cup dan Scottish Cup.

Postecoglou membuat Tottenham bermain dengan formasi tiga bek di tengah-tengah daftar 11 pemain yang mengalami cidera dan kemudian mengakui bahwa rencana tersebut tidak berjalan dengan baik. Radu Dragusin, yang mengalami cidera, harus digantikan di babak pertama dan pergantian formasi perlu dilakukan.

Setidaknya, masuknya Dragusin memberikan Spurs kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dua gol dan membuat Everton harus berjuang keras memenangkan pertandingan. Dengan 11 pemain yang cedera, Ange perlu beradaptasi dengan pemain-pemain muda yang minim pengalaman dan taktik yang tidak biasa.

Ange Postecoglou mengatakan kepada Optus Sport bahwa dirinya tidak fokus kepada hal-hal di luar pertandingan, termasuk pemecatan yang akan datang dari Daniel Levy. Ange menganggap bahwa mereka perlu beradaptasi untuk bisa keluar dari lubang degradasi Liga Premier Inggris.

“Saya memiliki tanggung jawab terhadap para pemain. Saya harus mencoba membawa kami melewati masa-masa sulit dan itulah yang harus saya fokuskan. Bagi saya, fokus pada hal lain berarti melepaskan diri dari tanggung jawab yang saya miliki. Saya hanya bertekad untuk membawa kami keluar dari situasi ini,” ungkap Ange Postecoglou kepada Optus.

Bertambahnya Radu Dragusin yang masuk ke dalam jajaran pemain yang telah cedera, maka ini akan menjadi jalan terjal yang akan dilewati Ange Postecoglou dan Tottenham Hostpur dalam mengarungi Liga Premier Inggris. Namun, keputusan Ange yang sering membingungkan dalam tiap pertandingan tetap menjadi konflik diantara fans Spurs.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore