
Denzel Dumfries berselebrasi saat Inter Milan menundukkan Empoli 3-1. (AFP)
JawaPos.com - Inter Milan menjaga persaingan scudetto dengan Napoli musim ini. Dalam lanjutan Serie A, Senin (20/1) dinihari WIB anak asuh Simone Inzaghi menang 3-1 atas Empoli.
Ada pemandangan menarik di laga Inter Milan vs Empoli. Tidak ada sosok Simone Inzaghi di bench untuk memimpin anak asuhnya bertanding.
Simone Inzaghi diketahui mendapat larangan memimpin tim di pinggir lapangan. Maka dari itu, yang tampak justru asistennya, Massimiliano Farris, yang senantiasa memberikan instruksi.
Tiga gol kemenangan Inter Milan dicetak tiga pemain berbeda. Mereka adalah Lautaro Martinez, Denzel Dumfries, dan Marcus Thuram.
Hasil dinihari tadi membuat I Nerazzurri jadi pesaing serius Napoli di jalur scudetto. Mereka kini mengoleksi 47 poin, terpaut tiga angka saja dari I Partinopei.
Dengan tabungan satu pertandingan yang dimiliki, Inter sedikit diuntungkan. Akan tetapi Farris tidak mau memikirkan hal itu.
Menurutnya scudetto bukan fokus tim saat ini. Paling dibutuhkan sekarang adalah Inter bisa main full team untuk mengarungi jadwal padat.
“Kami tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal itu [persaingan scudetto]. Perjalanan kami sejak kalah terakhir di derby adalah 12 kemenangan, tiga kali seri, mencetak 55 gol,” ucap Massimiliano Farris kepada DAZN.
“Yang kami butuhkan sekarang adalah mengembalikan beberapa pemain agar kami bisa melakukan rotasi skuat karena kami butuh semua orang agar mereka bisa beristirahat,” sambungnya.
Kekhawatiran asisten Simone Inzaghi cukup beralasan. Jadwal Inter Milan semakin padat dan kompetisi sudah memasuki fase penting.
Disaat seperti ini mereka justru kehilangan dua gelandang kunci seperti Hakan Calhanoglu dan Henrikh Mkhitaryan. Terkait Mikhy, kondisinya sudah membaik dan sempat dimainkan pada babak kedua melawan Empoli.
I Nerazzurri masih harus bersabar soal Hakan Calhanoglu. Ia diprediksi baru bisa dimainkan awal Februari mendatang.
Kondisi ini sedikit mengkhawatirkan. Sebab pengganti Calhanoglu, Kristjan Asllani, masih sulit menemukan konsistensi dalam permainannya.
