
Ekspresi Antoine Griezmann ketika gagal mengeksekusi penalti. (José Antonio García Sirvent / Propias)
JawaPos.com - Rekor 15 kemenangan berturut-turut Atletico Madrid harus berakhir pada Sabtu (18/1) ketika secara tak terduga dikalahkan 1-0 oleh rival lokalnya Leganes.
Kekalahan tersebut bisa membuat mereka kehilangan puncak klasemen LaLiga jika rival sekotanya yang kini menempelnya di urutan kedua Real Madrid berhasil mengalahkan Las Palmas pada hari Minggu (19/1) malam WIB.
Atlético asuhan Diego Simeone untuk sementara masih memuncaki klasemen dengan 44 poin, unggul satu poin dari Real Madrid di peringkat kedua dan unggul lima poin dari Barcelona di peringkat ketiga yang juga mengalami ketidakberuntungan harus bermain imbang melawan Getafe.
Atlético Madrid sangat mendominasi permainan dengan 68% total penguasaan bola. Anak asuhan Simeone sangat tidak beruntung dengan tiga tendangan membentur tiang gawang.
Mereka juga memiliki dua kali lebih banyak percobaan gol dibandingkan tim tuan rumah, namun mereka harus membayar mahal karena membuang terlalu banyak peluang emas yang sia-sia, termasuk tendangan penalti Antoine Griezmann di menit-menit akhir yang gagal menjadi penyeimbang.
Sementara itu, tuan rumah Leganes mencetak gol kemenangan melalui sepak pojok pada menit ke-50, ketika Dani Raba memberikan umpan silang dari kiri dapat dimanfaatkan Matija Nastasic di tiang jauh dengan melepaskan sundulan tinggi melewati Jan Oblak dan berhasil membobol gawangnya.
Mengutip dari ESPN, pasca pertandingan Jan Oblak pun buka suara terkait kekalahan timnya hari ini yang kehilangan rekor 15 kemenangan beruntun.
"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Kami tidak aktif, kami tidak memiliki cukup energi. Kami mempunyai peluang di babak kedua, tapi kami tidak punya cukup energi untuk memenangkan pertandingan,” ujar penjaga gawang 32 tahun tersebut.
“Kami harus tetap menjaga kepercayaan diri tim kami setelah 15 kemenangan [berturut-turut] terputus. Mudah untuk mengatakan kami sangat buruk (pertandingan ini), tapi saya rasa kami tidak melakukannya dengan sedikit lebih banyak energi kami seharusnya bisa membalikkan keadaan,” tambahnya.
Melansir dari ESPN, pelatih Atlético Simeone tidak setuju dengan pendapat salah satu pilarnya itu. Juru taktik asal Argentina tersebut langsung menyangkalnya.
"Kami menjalani 15 pertandingan yang luar biasa sebelumnya. Saya bangga kami telah memecahkan rekor kemenangan. Kami mengalami kesulitan (melawan Leganes) tetapi permainan tetap ada, jika kami memanfaatkan peluang yang kami miliki. Saya tidak setuju dengan Oblak,” kata Simeone.
"Tim telah mencoba dan mereka (Leganes) mencetak gol lewat satu gerakan, berkat duel individu memanfaatkan sepak pojok.
“Pertandingan demi pertandingan, kami melihat pergi ke markas siapa pun adalah hal yang sulit. Saya pikir Barcelona, meskipun mereka kalah, mereka selalu merasa bisa mengalahkan lawannya,” pungkasnya.
