Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Januari 2025, 21.03 WIB

Manuel Locatelli Mengakui Kekalahan Juventus atas AC Milan Berawal dari Kesalahannya di Kotak Penalti

Manuel Locatelli merasa bersalah saat Juventus kalah melawan AC Milan di semifinal Piala Super Italia. (Sumber foto: Instagram/@locamanuel73)  - Image

Manuel Locatelli merasa bersalah saat Juventus kalah melawan AC Milan di semifinal Piala Super Italia. (Sumber foto: Instagram/@locamanuel73) 

JawaPos.com - Manuel Locatelli merasa bertanggung jawab atas kekalahan Juventus saat melawan AC Milan di semifinal Piala Super Italia. Laga yang dimainkan di Al-Awwal Park, Riyadh, Sabtu (4/1) itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan AC Milan.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mengakui kesalahannya karena telah menjatuhkan Christian Pulisic di kotak penalti. "Saya membuat kesalahan yang mengubah hasil pertandingan karena saya tidak melihat Pulisic datang. Itu memberi Milan harapan dan kami tidak memiliki kekuatan untuk bereaksi, jadi kami menyia-nyiakan pertandingan yang sudah ada dalam genggaman kami," ucap Manuel Locatelli kepada Sport Mediaset yang mengutip dari Football Italia, Sabtu (4/1). 

Setelah unggul 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Kenan Yildiz, pelatih Juventus Thiago Motta justru menarik keluar Dusan Vlahovic pada menit ke-65 yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan mengejar gol kedua. Justru setelah itu, AC Milan mampu menyamakan kedudukan lewat penalti Christian Pulisic di menit ke-71 dan gol bunuh diri Federico Gatti empat menit kemudian. "Saya yakin Anda akan menganalisis hal-hal ini, tetapi yang dapat saya lakukan hanyalah menganalisis apa yang kami lakukan di lapangan dan itu dimulai dengan kesalahan saya," kata Manuel Locatelli

Juventus memang memiliki masalah dalam mengendalikan pertandingan seperti saat melawan Fiorentina yang berakhir dengan skor 2-2. Padahal saat itu mereka mampu unggul dua kali sebelum Riccardo Sottil menyamakan kedudukan dimenit ke-87. 

Masalah tersebut sudah diketahui oleh Manuel Locatelli dan menurutnya itu adalah bagian dari sebuah proses. "Saya rasa kami kurang matang untuk mengendalikan permainan, tetapi yang terpenting adalah mencetak gol kedua dan mengakhiri pertandingan. Itu bagian dari sebuah proses, kami tidak punya banyak waktu untuk belajar dan membuat kesalahan, jadi kami harus mempercepatnya," ujar pemain Timnas Italia setelah pertandingan lawan Fiorentina. 

Pelatih Juventus Thiago Motta juga menyadari bahwa anak asuhnya kerap kesulitan dalam mengendalikan pertandingan. "Kami perlu meningkatkan karakter karena kami memegang kendali, kami menciptakan peluang untuk mengakhiri pertandingan dan tidak melakukannya. Karakter berperan ketika insiden negatif terjadi dan Anda harus mampu bereaksi. Pada insiden negatif pertama hari ini, kami tidak bereaksi dan menyia-nyiakan kesempatan untuk bermain di final, yang selama 70 menit sepenuhnya berada di tangan kami," ucap pelatih berusia 42 tahun itu. 

Keputusannya menarik keluar Dusan Vlahovic dan menempatkan Nico Gonzalez di posisi penyerang juga tidak membuahkan hasil. "Semua pilihan yang saya buat selama pertandingan adalah untuk kebaikan tim, terserah Anda untuk menilai apakah saya melakukannya dengan benar atau tidak," tutur Thiago Motta. 

Dengan kekalahan Si Nyonya Tua membuat mereka gagal menambah gelar ke-10 Piala Super Italia. Pada laga selanjutnya Juventus akan menghadapi Torino yang merupakan Derby Turin, Minggu (12/1).

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore