
Thiago Motta menyesali beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan Juventus. (Yasser Bakhsh/Getty Images)
JawaPos.com - Thiago Motta berkilah bahwa kekalahan Juventus atas AC Milan disebabkan karena pasukannya tidak mempunyai karakter untuk memenangkan pertandingan.
Thiago Motta mengakui Juventus tampil seperti tidak mempunyai karakter dan tidak bisa menyelesaikan beberapa peluang emas setelah perjalanan mereka di ajang Piala Super Italia terhenti di tangan AC Milan.
Juventus harus mengakui keunggulan Milan pada babak semifinal Piala Super Italia 2024. Bermain di Al Awwal Park Stadium, Sabtu (04/01) dini hari WIB, mereka menyerah dengan skor 1-2.
Tanda-tanda Bianconeri bakal mengalami kesulitan di laga ini adalah ketika Francisco Conceicao mengalami cedera saat menjalani sesi pemanasan sebelum pertandingan.
Tempatnya kemudian digantikan oleh Kenan Yildiz dan setelah awal pertandingan yang lambat dan hati-hati, pemain depan asal Turki itu yang akhirnya membuka kebuntuan.
Setelahnya, Bianconeri mendominasi laga bahkan beberapa kali peluang emas mereka ciptakan. Termasuk sepakan Yildiz yang menyamping tipis di sebelah gawang Mike Maignan.
Namun, Milan mampu membalikkan keadaan dengan dua gol hanya dalam kurun waktu empat menit, Christian Pulisic mencetak gol melalui tendangan penalti atas pelanggaran Manuel Locatelli dan Federico Gatti mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi umpan silang Yunus Musah.
Meski tak terkalahkan di Serie A musim ini, ini adalah kekalahan ajang domestik pertama Juventus dan tentunya hasil tersebut membuat Motta tidak begitu senang.
Seusai pertandingan, Motta tampak kecewa dengan permainan yang ditampilkan oleh Juventus. Menurutnya, anak asuhnya tidak mampu memaksimalkan peluang yang ada dan dia menilai Milan seharusnya tidak pantas mendapatkan kemenangan.
"Kami tentu tidak bisa senang dengan apa yang kami lakukan, terutama di babak pertama, sementara di babak kedua kami juga gagal mengonversi peluang untuk mengakhiri pertandingan," kata Motta kepada Sport Mediaset.
"Milan juga sangat sedikit melakukan ancaman ke pertahanan kami, jadi mereka seharusnya tidak bisa memenangkan pertandingan hanya dengan cara seperti itu."
Motta menjadi sasaran kritik oleh penggemar Juventus atas beberapa keputusannya yang dia ambil di pertandingan melawan Milan kali ini.
Misalnya fakta bahwa Yildiz yang awalnya duduk di bangku cadangan hingga cedera Conceicao, tetapi yang paling mencolok adalah mengganti Dusan Vlahovic lebih awal setelah hanya 65 menit bermain.
Sehingga menyebabkan mereka kesulitan untuk menciptakan peluang serta mencetak gol setelah itu dengan Motta memilih memasukkan Nico Gonzalez sebagai penyerang tengah dadakan.
"Semua keputusan yang saya buat selama pertandingan adalah untuk kebaikan tim, terserah Anda untuk menilai apakah saya melakukannya dengan benar atau tidak," sambung Motta.
