
Lagu Indonesia Raya
JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai lagu Indonesia Raya tiga stanza memiliki makna yang kaya dan indah. Tiap stanza yang diciptikan sang maestro Wage Rudolf Supratman memiliki makna yang bergelora. Saking bergeloranya, lagu yang pertama kali dinyanyikan tahun 1928 itu, sempat ditentang oleh Belanda.
“Karena maknanya terlalu bergelora dan mengajak seluruh bangsa bersatu. Dulu Jonk heer saat itu Gubernur Jenderal Belanda, dia mengatakan saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan 1928 untuk apa ada lagu kebangsaan bagi seluruh bangsa. Toh Indonesia belum ada, atau tak ada,” jelas Sejarawan Universitas Indonesia (UI) Muhammad Wasith Albar saat berbincang dengan JawaPos.com.
Wasith mengajak untuk memaknai setiap lirik di masing-masing stanza. Tentunya hal itu memiliki pesan moral sangat bermakna bagi persatuan bangsa Indonesia. “Seluruh liriknya di tiga stanza tetap relevan dengan kondisi bangsa hingga saat ini,” jelasnya.
Lagu Indonesia Raya sesuai PP 44/1958,
Stanza 1
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri, Djadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rajatku, sem'wanja,
Bangunlah djiwanja, Bangunlah badannja, Untuk Indonesia Raja.
“Pada kalimat ‘Marilah kita berseru, Indonesia bersatu’ dan ‘Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya’, itu sangat magnetik dan bergelora untuk semangat persatuan. Apalagi di tengah rasa nasionalisme yang mulai luntur saat ini,” kata Wasith.
Stanza 2
Indonesia, tanah jang mulia, Tanah kita jang kaja,
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022