Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 19.19 WIB

Wacana Kuliah Gratis PTN, Pakar Ingatkan Potensi Salah Sasaran dan Ketimpangan 

Ilustrasi mahasiswa universitas negeri, salah satu sasaran utama kebijakan kuliah negeri gratis. (Unair) - Image

Ilustrasi mahasiswa universitas negeri, salah satu sasaran utama kebijakan kuliah negeri gratis. (Unair)

JawaPos.com - Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Tuti Budirahayu menanggapi wacana pembebasan biaya kuliah atau kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dikabarkan telah masuk dalam tahap pembahasan pemerintah.

Ia mengingatkan masyarakat agar tak terbuai dengan label gratis, melainkan mengkritisi efektivitas dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan. Prof Tuti menilai, kebijakan kuliah gratis sejatinya patut diapresiasi jika ditempatkan sebagai instrumen pemerataan pendidikan untuk merangkul kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

"Gagasan kuliah gratis dapat menjadi instrumen pemerataan yang dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini paling tidak beruntung mengakses pendidikan tinggi," ujar Prof. Tuti, Minggu (11/10).

Kendati demikian, Prof. Tuti menegaskan, menggratiskan biaya kuliah secara menyeluruh tidak serta-merta mampu menghapus akar ketimpangan sosial di dunia pendidikan.

Ia memprediksi, jika diterapkan secara rata tanpa klasifikasi ketat, mahasiswa dari kelompok finansial mampu justru akan menikmati keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa dari keluarga kelas bawah.

"Bisa diprediksi, mahasiswa yang memiliki kemampuan finansial akan lebih diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Sebaliknya, bagi mahasiswa dari keluarga kelas bawah, kondisinya mungkin akan sama saja. Artinya, pendidikan tinggi gratis tidak dapat menyelesaikan persoalan ketimpangan," tegasnya.

Berkaca dari implementasi sekolah gratis di jenjang SD hingga SMA, Prof Tuti menilai biaya operasional di tingkat perguruan tinggi sangat kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jumlah mahasiswa hingga biaya hidup.

Oleh karena itu, kebijakan kuliah gratis dikhawatirkan tidak benar-benar dapat membebaskan mahasiswa dari seluruh tanggungan biaya operasional pendidikan.

Guna menanggulangi potensi ketimpangan tersebut, Prof Tuti menawarkan tiga solusi alternatif bagi pemerintah apabila program kuliah gratis benar-benar digulirkan.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore