Tenaga kesehatan memeriksa kadar kolesterol siswa dan mata di Sekolah Rakyat Semarang di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com-Pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat Berasrama tetap berlanjut dan diperluas hingga tahun 2029. Langkah ini menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program ini dijalankan di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) dengan dukungan penuh dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Analis Madya Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Roni Parasian menjelaskan, pemerintah memastikan efisiensi pembiayaan program ini melalui sinergi lintas kementerian.
"Pemerintah mampu mengombinasikan berbagai program yang ada, sehingga Sekolah Rakyat tidak akan membebani APBN. Semua program Presiden tetap berjalan beriringan," ujarnya dalam diskusi publik ‘APBN 2026: Membangun Generasi Unggul’, Rabu (8/10).
Fase awal Sekolah Rakyat Rintisan telah dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dengan memanfaatkan fasilitas negara yang direnovasi. Selanjutnya, pembangunan gedung khusus akan dimulai pada 2026.
Hingga saat ini, 165 sekolah rintisan sudah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan perluasan jangkauan hingga 2029 agar semakin banyak anak prasejahtera yang mendapatkan akses pendidikan bermutu.
Sekjen Kemensos Robben Rico menegaskan, program ini lahir dari kepedulian terhadap lambatnya penurunan angka kemiskinan dan tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).
"Sebagian besar putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan tersebut melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif," jelasnya.
Ia menyebut, di Jawa Timur saja ada lebih dari 400 ribu anak usia SMA yang tidak bersekolah. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi mereka agar tidak lagi terjebak dalam lingkar kemiskinan.
Pengamat pendidikan Ina Liem menilai konsep sekolah berasrama sebagai terobosan penting untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi.
"Sekolah reguler tidak cukup. Anak-anak ini perlu lingkungan aman dan terproteksi 24 jam agar bisa fokus belajar," tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala SMA Rakyat 10 Jakarta Ratu Mulyanengsih yang menyebut sekolah rakyat hadir sebagai ruang aman bagi remaja dari latar belakang rentan.
"Banyak siswa kami korban kekerasan dan berasal dari lingkungan keras. Sekolah ini hadir untuk memutus rantai kemiskinan dan kekerasan," ungkapnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022