Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 02.24 WIB

Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Berasrama Berlanjut, Targetkan Perluasan hingga 2029

Tenaga kesehatan memeriksa kadar kolesterol siswa  dan mata di Sekolah Rakyat Semarang  di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Tenaga kesehatan memeriksa kadar kolesterol siswa dan mata di Sekolah Rakyat Semarang di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com-Pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat Berasrama tetap berlanjut dan diperluas hingga tahun 2029. Langkah ini menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program ini dijalankan di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) dengan dukungan penuh dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Analis Madya Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Roni Parasian menjelaskan, pemerintah memastikan efisiensi pembiayaan program ini melalui sinergi lintas kementerian.

"Pemerintah mampu mengombinasikan berbagai program yang ada, sehingga Sekolah Rakyat tidak akan membebani APBN. Semua program Presiden tetap berjalan beriringan," ujarnya dalam diskusi publik ‘APBN 2026: Membangun Generasi Unggul’, Rabu (8/10).

Fase awal Sekolah Rakyat Rintisan telah dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dengan memanfaatkan fasilitas negara yang direnovasi. Selanjutnya, pembangunan gedung khusus akan dimulai pada 2026.

Hingga saat ini, 165 sekolah rintisan sudah beroperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan perluasan jangkauan hingga 2029 agar semakin banyak anak prasejahtera yang mendapatkan akses pendidikan bermutu.

 

Jawab Masalah Kemiskinan dan Anak Putus Sekolah

Sekjen Kemensos Robben Rico menegaskan, program ini lahir dari kepedulian terhadap lambatnya penurunan angka kemiskinan dan tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Sebagian besar putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan tersebut melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif," jelasnya.

Ia menyebut, di Jawa Timur saja ada lebih dari 400 ribu anak usia SMA yang tidak bersekolah. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi mereka agar tidak lagi terjebak dalam lingkar kemiskinan.

 

Lingkungan Aman dan Terlindungi

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai konsep sekolah berasrama sebagai terobosan penting untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi.

"Sekolah reguler tidak cukup. Anak-anak ini perlu lingkungan aman dan terproteksi 24 jam agar bisa fokus belajar," tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SMA Rakyat 10 Jakarta Ratu Mulyanengsih yang menyebut sekolah rakyat hadir sebagai ruang aman bagi remaja dari latar belakang rentan.

"Banyak siswa kami korban kekerasan dan berasal dari lingkungan keras. Sekolah ini hadir untuk memutus rantai kemiskinan dan kekerasan," ungkapnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore