
Pengukuhan lima guru besar ITS, Kamis (16/1). (Istimewa)
JawaPos.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatat langkah penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan lima guru besar baru pada Kamis (16/1). Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya ITS untuk memperkuat kontribusinya di dunia pendidikan tinggi, dengan target sementara 33 guru besar baru di tahun 2025.
Kelima guru besar yang dikukuhkan kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Setiawan, M.S. (Ekonometrika), Prof. Nurhadi Siswanto, S.T., MSIE., Ph.D. (Simulasi Sistem Industri), Prof. Agus Muhammad Hatta, S.T., M.Si, Ph.D. (Instrumentasi Optik), Prof. Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA. (Perilaku dan Daya Tahan Struktur), serta Prof. Dr. Ir. Rachmania, yang berfokus pada ilmu lingkungan.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ITS telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk total sementara 33 guru besar baru. Angka tersebut mencakup 19 SK yang disetujui pada awal tahun dan tambahan 14 SK per 16 Januari. Meski begitu, pengukuhan para guru besar dilakukan secara bertahap, termasuk untuk dirinya sendiri yang masih menunggu giliran.
“Angka ini adalah capaian sementara. Kami optimistis jumlahnya akan terus bertambah hingga akhir tahun 2025, seiring dengan proses penerbitan SK baru yang masih berjalan,” jelas Prof. Bambang.
Ia menegaskan bahwa gelar guru besar tidak hanya menjadi simbol pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga amanah besar untuk menjaga, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya kepada masyarakat luas.
“Guru besar adalah pemimpin akademik yang diharapkan dapat menggerakkan riset, menjalin kolaborasi, serta memperkuat karakter lulusan ITS. Mereka juga berperan strategis dalam menjadikan ITS lebih dikenal di tingkat internasional,” ujarnya.
Kelima guru besar yang dikukuhkan kali ini memiliki bidang keahlian yang strategis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta industri. Prof. Setiawan, misalnya, ahli di bidang ekonometrika dengan kontribusi besar dalam analisis data. Sementara itu, Prof. Nurhadi Siswanto fokus pada pengembangan simulasi sistem industri yang mendukung revolusi industri 4.0. Prof. Agus Muhammad Hatta memberikan sumbangsih di bidang instrumentasi optik, khususnya teknologi sensor.
Selain itu, Prof. Rachmania berperan penting dalam pengembangan ilmu lingkungan dengan menyoroti isu keberlanjutan, dan Prof. Agus Sigit Pramono memiliki keahlian di bidang perilaku dan daya tahan struktur yang sangat diperlukan dalam pengembangan infrastruktur modern.
Prof. Bambang juga menyoroti bahwa ITS memiliki 45 lektor kepala yang saat ini tengah dipersiapkan untuk naik ke jenjang guru besar. “Kami berharap para guru besar dapat membawa pendanaan riset dari luar, memperluas jaringan kerja sama internasional, dan mengangkat nama ITS di dunia global. Dengan langkah ini, ITS bisa semakin mendekatkan diri menjadi world-class university,” tambahnya.
Hingga saat ini, ITS memiliki total 208 profesor, dengan rencana tambahan 28 guru besar lagi yang akan dikukuhkan hingga September 2025.
“Selamat kepada para guru besar yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi berkah dan membawa dampak positif yang besar bagi ITS, masyarakat, dan dunia,” pungkas Prof. Bambang.
