
Ilustrasi mesin mobil overheat (Jcomp/Freepik)
JawaPos.com - Mesin mobil menghasilkan panas besar saat pembakaran bahan bakar dan udara berlangsung.
Suhu panas ini, harus dikendalikan supaya mesin tidak cepat rusak karena mesin mobil overheat.
Dilansir dari kanal YouTube CARinfo3d (En) (23/5), sistem pendingin mesin dibuat untuk menjaga suhu mesin tetap stabil di titik optimal agar performa tetap maksimal dan umur mesin lebih panjang.
Lantas, bagaimana cara kerjanya?
Sistem pendingin memanfaatkan cairan khusus bernama coolant yang mengalir di sekitar silinder mesin lewat saluran yang disebut cooling jacket.
Coolant menyerap panas dari mesin lalu dipompa terus menerus oleh water pump agar panas dapat dibawa ke radiator.
Pada radiator, cairan pendingin didinginkan dengan proses pertukaran panas ke udara melalui pipa-pipa dan sirip-sirip, kemudian coolant yang sudah dingin kembali ke mesin untuk mendinginkan ulang.
Supaya tidak terlalu bingung jika melihat penjelasan dari cara kerja sistem pendingin pada mesin mobil, berikut adalah penjelasan terkait komponen pentingnya.
1. Cooling Jacket
Cooling jacket adalah saluran yang mengelilingi silinder mesin, berfungsi untuk jalur aliran cairan pendingin yang menyerap panas dari proses pembakaran di dalam silinder.
Saluran ini didesain agar cairan pendingin bisa mengalir secara merata dan menyerap panas optimal dari seluruh permukaan silinder.
Dengan adanya cooling jacket, suhu mesin dapat dijaga tetap aman dan mencegah kerusakan akibat panas berlebih.
2. Water Pump
Water pump adalah pompa yang mengalirkan cairan pendingin secara kontinu dalam sistem tertutup agar panas yang terserap dari mesin dapat segera dibawa ke radiator.
Pompa ini biasanya digerakkan oleh sabuk yang terhubung dengan crankshaft sehingga kecepatannya sesuai dengan putaran mesin.
