JawaPos.com - BYD akan meluncurkan sejumlah model baru di Afrika Selatan pada 2025. Salah satunya truk pikap hibrida plug-in Shark yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.
Seperti dilansir dari Car News China, awalnya BYD memasuki Afrika Selatan pada 2023 dengan peluncuran Atto 3 (Yuan Plus). Pada 2024, produsen mobil Tiongkok itu memperkenalkan lagi model terbarunya yakni mobil listrik Dolphin dan Seal.
Lini modelnya di Afrika Selatan saat ini terdiri dari tiga model listrik. Namun, pelanggan Afrika Selatan lebih menyukai HEV dan PHEV daripada BEV. Jadi, BYD akan meluncurkan lebih banyak model PHEV di pasar Afrika Selatan, yang salah satunya adalah BYD Shark.
Truk pikap BYD Shark awalnya diluncurkan di pasar Meksiko pada 2024. Kemudian, PHEV ini masuk ke negara lain seperti Brasil, Kamboja, dan Australia.
Truk pikap ini sendiri memiliki dimensi yang kokoh yaitu panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, dan tinggi 1.925 mm dengan jarak sumbu roda 3.260 mm. PHEV ini memiliki kapasitas penarik sebesar 2.500 kg.
Shark menggunakan platform DMO dan menggunakan mesin ICE 1,5 liter dengan dua motor listrik. Tenaga gabungan dari sistem ini mencapai 320 kW (429 hp) dan torsi 650 Nm. Shark dapat melaju hingga 100 km/jam dalam waktu 5,7 detik.
Fitur lain dari BYD Shark adalah baterai LFP 29,6 kWh yang cocok untuk jarak tempuh listrik NEDC sejauh 100 km. Jarak tempuh gabungan PHEV ini mencapai 840 km dengan tingkat konsumsi bahan bakar 7,5 liter per 100 km (NEDC).
Meski begitu, belum ada informasi mengenai harga BYD Shark untuk Afrika Selatan. Namun, teruntuk pasar Meksiko dihargai mulai dari 899.980 peso atau Rp 714,9 juta dan pasar Australia mulai dari 57.900 AUD atau Rp 586,1 juta.
Sementara itu, BYD akan meluncurkan sejumlah model lainnya di Afrika Selatan. Manajer umum BYD Afrika Selatan, Steve Chang, mengatakan, perusahaan tersebut tengah berupaya meluncurkan EV di pasar lokal dengan kisaran harga antara 300.000 hingga 350.000 rand Afrika Selatan (Rp 260,8-304,2 juta).
Diperkirakan bahwa mobil tersebut adalah BYD Seagull (Dolphin Mini), yang merupakan mobil termurah BYD saat ini.
BYD kemungkinan juga akan meluncurkan model PHEV lainnya di Afrika Selatan, lantaran jenis kendaraan ini lebih populer daripada EV murni di sana.