JawaPos.com - Kecelakaan angkutan umum kembali terjadi pada Minggu (5/1) pagi di Tol Purbaleunyi Baru Datar KM 95. Hal ini menambah panjang daftar kecelakaan serupa yang melibatkan truk angkutan barang setelah kejadian serupa terjadi di Tol Pandaan – Malang akhir tahun lalu.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menyayangkan rangkaian peristiwa tersebut. Menurut Djoko, rangkaian peristiwa ini memunculkan fenomena baru kecelakaan di jalan tol yang disebabkan truk meluncur mundur.
"Bukan jalannya yang salah tapi manajemen pengelola angkutan logistik Indonesia yang sedang bermasalah. Selama tidak ditangani sungguh-sungguh, kecelakaan serupa akan terus terjadi. Tinggal kapan dan di lokasi tol mana terjadi," kata Djoko kepada JawaPos.com, Minggu (5/1).
Menurut pengamatannya, ada tiga ruas tol yang memiliki tanjakan dan turunan. Ketiga ruas tol tersebut yaitu Tol Cipularang, Tol Semarang-Solo, dan Tol Pandaan - Malang.
"Kecelakaan tabrakan depan belakang sudah menjadi hal biasa terjadi di jalan tol. Lantaran tidak ada upaya penanganan. Berikutnya, kecelakaan truk meluncur mundur akan menjadi kecenderungan kecelakan di jalan tol," kata Djoko.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan beruntun ini melibatkan enam kendaraan yang terdiri dari satu truk, dua bus dan tiga mobil pribadi. Berdasarkan informasi petugas di lapangan, diduga truk tidak kuat menanjak dan melanju mundur sehingga menghantam kendaraan lainnya.
Dua orang mengalami luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Rodjak Purwakarta. Kasat PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono memastikan dua orang yang menjadi korban dalam kecelakaan beruntun merupakan seorang kenek bus dan seorang penumpang Primajasa.
“Korbannya dua orang kenek dan penumpang luka ringan di bawa ke RS Abdul Rodjak,” kata Joko dalam keterangannya.
Ia juga memastikan bahwa kenek bus Primajasa mengalami lua berat, sedangkan penumpang mengalami luka ringan.