
Ilustrasi: Michelin-Brembo kembangkan teknologi AI untuk kurangi jarak pengereman mobil. (Car and Driver).
JawaPos.com - Salah satu yang penting pada kendaraan, khususnya mobil, untuk mencegah kecelakaan sangat perlu kemampuan pengereman yang baik. Selain itu, menjaga jarak aman juga sangat perlu.
Hal tersebut lantaran tidak semua mobil memiliki jarak pengereman yang baik. Ada yang dekat, ada juga yang jauh, tergantung pada aspek teknis seperti performa pengereman dan kualitas ban.
Makin bagus remnya, makin pakem, makin lengket bannya, jarak henti rem juga bisa semakin dekat. Sebaliknya, jika remnya jelek, bannya jelek, jarak pengereman juga bisa semakin jauh. Belum lagi kalau kondisi jalan basah.
Mengingat kompleksnya sistem pengereman dan faktor-faktor penentu jarak henti yang juga sama ribetnya, produsen ban Michelin bersama produsen pengereman high-end Brembo bekerja sama mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengurangi jarak pengereman mobil.
Diumumkan pertengahan Desember lalu, kemitraan antara Michelin dan Brembo ini difokuskan pada pertukaran data real time antara perangkat lunak pemantauan ban Michelin dan sistem rem Sensify Brembo, yang secara independen mengontrol pengereman di setiap roda.
Dilansir via Motor Authority, perangkat lunak atau software pemantauan ban Michelin mencakup Michelin SmartWear, Michelin SmartLoad, dan Michelin SmartGrip, yang masing-masing mengukur tingkat keausan, beban, dan cengkeraman ban menggunakan sensor yang ada pada kendaraan modern.
Menurut Michelin, perangkat lunak tersebut dapat bekerja dengan semua merek ban.
Sementara Sensify dari Brembo menggunakan AI, algoritma, dan sensor untuk mengoptimalkan pengereman dalam berbagai situasi berkendara pada tingkat roda individu.
Menurut perusahaan, berbagi data membantu teknisi menyempurnakan sistem sasis untuk menghasilkan tingkat presisi baru dalam hal pengereman. Pengujian telah dilakukan, dan hasilnya diklaim menjanjikan.
Menurut perusahaan, jarak pengereman berkurang hingga empat meter selama sistem ABS bekedja, dengan ban yang sama digunakan dalam berbagai kondisi dan berhasil memberikan hasil yang sama setiap saat.
Sistem pengereman juga menunjukkan waktu respons yang lebih cepat, mengurangi kehilangan traksi, meningkatkan stabilitas lateral, dan menghilangkan penguncian roda, kata mereka. Namun teknologi ini masih dikembangkan, dan tanggal rilisnya belum disebutkan.
