
Hesai dan Niu Technologies resmi bekerja sama menghadirkan LiDAR di motor listrik. Teknologi ini meningkatkan keselamatan berkendara dengan deteksi 360° di jalan perkotaan. (dok. carnewschina)
JawaPos.com - Langkah besar terjadi di industri kendaraan listrik roda dua. Produsen LiDAR asal Tiongkok, Hesai Technology, resmi menjalin kemitraan dengan Niu Technologies untuk menghadirkan teknologi LiDAR pada motor listrik. Kolaborasi ini menandai pertama kalinya teknologi LiDAR diterapkan secara luas di kendaraan roda dua, bukan hanya mobil penumpang atau robotaxi.
Dalam kerja sama ini, Hesai akan memasok sensor LiDAR solid-state FTX yang dirancang khusus untuk mendeteksi titik buta dan meningkatkan keselamatan di jalan perkotaan. Sensor ini akan debut pada model terbaru Niu, yakni Niu NXT2, serta akan digunakan juga pada motor listrik performa tinggi NX2.
Peluncuran ini bertepatan dengan pengenalan sistem operasi pintar terbaru milik Niu, yaitu NIU AIOS, yang membawa kecerdasan buatan ke kendaraan roda dua.
LiDAR FTX dari Hesai menawarkan kemampuan deteksi yang jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya, di antaranya: sudut pandang luas hingga 180° × 140° serta mampu mendeteksi pejalan kaki, kendaraan, dan kondisi jalan kompleks.
Performa tetap optimal di berbagai kondisi cuaca, resolusi lebih dari dua kali lipat generasi sebelumnya, bobot lebih ringan hingga 66%. Sensor ini dirancang untuk mendeteksi objek jarak dekat hingga rintangan rendah yang sering luput dari perhatian pengendara.
Dalam sistem kendaraan Niu, LiDAR ini terintegrasi dengan chip pintar dari D-Robotics untuk menciptakan sistem persepsi 360 derajat yang lebih akurat.
CEO Niu, Li Yan, menilai bahwa kondisi lalu lintas perkotaan yang semakin padat membutuhkan teknologi keselamatan yang lebih canggih.
Sementara itu, CEO Hesai, Li Yifan, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting menuju standar baru kendaraan roda dua yang lebih cerdas dan aman.
Harga LiDAR Turun Drastis
Salah satu faktor utama yang memungkinkan teknologi ini masuk ke motor listrik adalah penurunan harga yang sangat signifikan. Jika satu dekade lalu harga LiDAR bisa mencapai lebih dari 300.000 yuan, kini Hesai berhasil menekannya hingga sekitar 200 dolar AS—turun hingga 99,5% berkat produksi massal dan integrasi chip.
Hal ini membuka peluang penggunaan LiDAR di kendaraan yang lebih terjangkau.
Tren LiDAR Semakin Meluas
Adopsi LiDAR di industri otomotif memang terus meningkat. Pada akhir 2025, penetrasi LiDAR di mobil penumpang di China sudah mencapai 19%. Beberapa produsen juga mulai menghadirkan teknologi ini di mobil murah, seperti: BYD dengan model Seagull dan Leapmotor dengan A05.
Sementara itu, LiDAR Hesai juga telah digunakan dalam berbagai program robotaxi seperti Baidu, Pony.ai, WeRide, dan Zoox.
Kolaborasi antara Hesai dan Niu menunjukkan bahwa teknologi keselamatan canggih kini tidak lagi eksklusif untuk mobil premium. Dengan biaya yang semakin terjangkau, LiDAR berpotensi menjadi fitur standar di kendaraan roda dua di masa depan.
Bagi pengguna motor listrik, ini berarti pengalaman berkendara yang lebih aman, cerdas, dan siap menghadapi kompleksitas lalu lintas modern.
