
Ilustrasi orang tidur di mobil.
JawaPos.com - Perjalanan mudik yang menempuh jarak jauh sering membuat pengendara cepat merasa lelah. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena memaksakan diri tetap mengemudi saat tubuh sudah kelelahan bisa membahayakan keselamatan di jalan.
Selain meningkatkan risiko kecelakaan, tubuh yang terlalu lelah juga bisa mengalami penurunan daya tahan dan rasa lemas. Hal ini juga dapat membuat hilangnya konsentrasi pengemudi.
Seperti dirangkum dari berbagai sumber, tidak sedikit kecelakaan lalu lintas saat musim mudik terjadi karena faktor kelelahan pengemudi. Ketika tubuh sudah tidak fit, kemampuan mengendalikan kendaraan pun menurun.
Akibatnya, pengendara bisa kehilangan fokus dan sulit mengontrol kendaraan. Kondisi ini akhirnya berujung pada kecelakaan.
Dalam kondisi terburu waktu, sebagian orang memilih beristirahat dengan cara yang kurang tepat, seperti tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala. Kebiasaan ini sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan.
Risiko yang bisa terjadi adalah masuknya gas buang kendaraan ke dalam kabin mobil tanpa disadari oleh pengemudi yang sedang beristirahat. Jika gas buang tersebut terhirup, terutama karbon monoksida, dampaknya bisa sangat fatal.
Gas ini dapat mengurangi kadar oksigen dalam kabin sehingga membuat seseorang kesulitan bernapas. Ketika karbon monoksida masuk ke dalam aliran darah, suplai oksigen ke otak bisa terhenti dan menyebabkan hilangnya kesadaran.
Dalam kondisi tertentu, paparan gas tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian dalam waktu sekitar satu jam. Ada anggapan bahwa membuka sedikit kaca jendela bisa membuat udara segar masuk dan mengurangi risiko tersebut.
Namun, cara ini tetap dianggap tidak aman. Udara dari luar belum tentu mampu menggantikan oksigen yang berkurang, apalagi jika AC dan mesin mobil masih menyala.
Baca Juga:Tidur di Mobil dengan AC Menyala Bisa Sebabkan Kematian, Berikut 5 Risiko yang Perlu Diwaspadai
Agar tetap aman, sebaiknya kamu mematikan mesin mobil saat ingin beristirahat. Selain itu, buka seluruh kaca jendela agar sirkulasi udara menjadi lebih baik.
Pastikan juga kamu berhenti di tempat yang aman dan tidak berisiko, seperti menghindari area parkir basement yang memiliki ventilasi udara terbatas. Jika memungkinkan, carilah tempat yang teduh dan memiliki udara segar, misalnya di bawah pohon yang rindang.
Udara yang lebih sejuk dan kaya oksigen bisa membantu tubuh kembali segar. Meski sedang beristirahat, tetap perhatikan keamanan kendaraan serta barang berharga yang ada di dalamnya.
Istirahat sejenak sangat penting untuk memulihkan kondisi tubuh dan menjaga konsentrasi. Dengan tubuh yang kembali segar, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih aman hingga sampai ke tujuan.
