
Ilustrasi Honda Brio Listrik. (Dok. Honda)
JawaPos.com - Pertanyaan demi pertanyaan mengenai mobil listrik yang akan diluncurkan Honda tahun ini makin terkuak.
Produsen otomotif asal Jepang ini mengakui akan meluncurkan satu lini Battery Electric Vehicle (BEV) untuk tahun ini.
Berdasarkan laman Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mobil terbaru ini dibubuhkan kode “EV” yang merupakan mobil listrik. Mobil ini sendiri diduga Super One atau Brio listrik.
Mobil itu terdaftar dengan kode JG4 EV ZZE dengan nilai jual hingga Rp 257 juta. Hanya saja, nilai tersebut bukan patokan harga jual di Indonesia lantaran terdapat komponen pajak lain yang turut mempengaruhi harga selain nilai jual.
Menanggapi hal ini, Sales & Marketing & Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, tak mau berbicara banyak.
“Kita belum bisa bicara nama ya (mobil listrik Honda), marketing name sih bisa saja, tapi kita belum bisa disclose ya namanya itu apa untuk mobil di Indonesia,” kata Yusak kepada wartawan di sela-sela Iftar Gathering Honda di Jakarta, Rabu (4/3).
Meski begitu, Yusak mengakui bahwa mobil yang sempat diuji jalan di jalanan Indonesia merupakan mobil yang sudah terdaftar di Samsat.
“Kalau ditanya, apakah mobil yang dites uji jalan di Indonesia itu adalah mobil yang terdaftar di samsat itu jawabannya ya, itu adalah sama mobil yang didaftar di samsat. Itu mobil yang dilakukan uji jalan di Indonesia. Jadi kalau mobil itu sudah di-uji coba, tentunya kita punya rencana konkret untuk mobil itu di sini,” jelas dia.
Honda Brio Listrik atau Super One sendiri resmi meluncur di Singapura pada awal 2026, setelah lebih dulu diperkenalkan di Jepang.
Model ini pertama kali tampil ke publik pada Oktober 2025 dalam ajang Japan Mobility Show, kemudian kembali dipamerkan di Tokyo Auto Salon serta Singapore Motor Show 2026.
Dari sisi performa, Honda Super One dibekali motor listrik bertenaga 93 dk atau setara 70 kW dengan torsi puncak 162 Nm.
Output tersebut berada di antara model dasarnya, Honda N-One e:, dan Honda e yang memiliki dimensi serta tenaga lebih besar.
Untuk jarak tempuh, Honda belum merilis angka resmi. Namun, dengan kemampuan pengisian cepat DC dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, kapasitas baterainya diperkirakan berada di kisaran 29,6 kWh, mirip dengan N-One e:.
Karena tenaganya lebih besar, estimasi daya jelajah Super One kemungkinan sedikit di bawah 295 km berdasarkan standar WLTP.
