
Ilustrasi mengisi BBM di SPBU Pertamina (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sebagian orang percaya bahwa menggoyangkan mobil saat mengisi bensin bisa membuat tangki terisi lebih penuh.
Kebiasaan ini kerap dianggap sepele dan tidak menimbulkan risiko berarti, apalagi hanya dilakukan beberapa detik di area SPBU.
Padahal, tindakan sederhana tersebut justru bisa memicu berbagai dampak negatif yang jarang disadari.
Mulai dari risiko kebakaran hingga potensi kerusakan komponen kendaraan, menggoyangkan mobil saat pengisian bensin bukanlah langkah yang bijak untuk dilakukan.
Berikut 3 dampak kebiasaan menggoyangkan mobil seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
Saat kamu menggoyangkan mobil, posisi nozzle pengisian bisa bergeser dari dudukannya.
Jika nozzle tidak menempel sempurna di lubang tangki, bensin berisiko meluap atau tumpah ke bodi kendaraan maupun lantai SPBU.
Bensin adalah zat yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar. Uap bensin yang menyebar di udara bisa tersulut percikan api kecil, bahkan dari listrik statis sekalipun.
Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu kebakaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitar area pengisian.
Menggoyangkan mobil menciptakan getaran tambahan pada bagian yang sebenarnya sedang dalam kondisi statis.
Getaran ini bisa memberi tekanan berlebih pada selang pengisian, leher tangki, hingga mekanisme tutup tangki bensin.
Jika dilakukan berulang kali, tekanan tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen. Dalam jangka panjang, bisa saja muncul kebocoran kecil atau gangguan pada sistem penguapan bahan bakar.
Kerusakan seperti ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
