
Suroso Isnandar, Direktur Utama PT PLN (Persero). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. (wikipedia)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan transformasi menyeluruh di PT PLN (Persero). Perubahan tersebut mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).
Arahan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10). Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar.
Pada hari yang sama, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung Rabu malam, Suroso Isnandar resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah tuntutan pemerintah untuk mempercepat pembenahan perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Suroso bukan sosok baru di lingkungan PLN. Kariernya di perusahaan pelat merah tersebut mencakup berbagai jabatan strategis yang berkaitan dengan pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan, penyaluran, serta pengembangan teknologi informasi.
Pada 2019–2021, Suroso dipercaya menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Setelah itu, pada 2021–2022, ia memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali.
Pengalamannya berlanjut ketika ditunjuk sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat untuk periode 2022–2023. Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus mendorong transformasi digital di tubuh perusahaan.
Dari sisi pendidikan, Suroso memiliki latar belakang akademik yang sejalan dengan bidang usaha PLN. Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, itu menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Power System Engineering pada 1994.
Ia kemudian meraih gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay pada 1999. Pada 2025, Suroso kembali menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Teknik Elektro di ITB.
Selain pengalaman profesional dan pendidikan, Suroso juga mengantongi sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP), yang berkaitan dengan kompetensi tata kelola dan manajemen risiko. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat mendukung kepemimpinannya di perusahaan setrum nasional itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022