
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti (dua dari kiri) saat membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). (Istimewa)
Hal ini disampaikan Mu’ti saat membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rangkaian OPSI Tingkat Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 24 hingga 30 September 2026.
Antusiasme peserta tahun ini mencatatkan lonjakan signifikan hingga 47 persen. Dari 26.723 peserta pada tahun sebelumnya menjadi 39.300 murid di seluruh tahapan seleksi.
Mu’ti menggarisbawahi bahwa OPSI diselenggarakan bukan semata-mata untuk berburu gelar juara. Lebih dari itu, forum ini merupakan wadah strategis dalam membina tradisi meneliti sejak dini.
"Yang saya garis bawahi adalah bagaimana kita menjadikan OPSI sebagai salah satu ajang untuk membangun budaya ilmiah dan budaya penelitian di kalangan para pelajar dan murid kita," ujar Mu’ti. Ia menambahkan, penguatan di bidang sains dan teknologi sangat krusial bagi generasi muda.
Lewat inovasi riset, para siswa diharapkan mampu merumuskan solusi atas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan teknologi, kesadaran ekologis, perubahan iklim, hingga tata kelola sumber daya alam.
125 Tim Finalis Bersaing Kembangkan Talenta
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI, Ir. Suharti melaporkan, babak final tingkat nasional OPSI 2026 diikuti oleh 125 tim finalis yang berasal dari 24 provinsi di Indonesia, serta satu tim perwakilan dari Sekolah Indonesia di Malaysia. Dengan setiap tim berkekuatan dua orang, total terdapat 250 finalis yang berpartisipasi.
Selama ajang nasional berlangsung, para peserta menjalani serangkaian tahapan evaluasi, mulai dari pameran karya, presentasi poster, hingga wawancara mendalam bersama dewan juri.
"Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menjelaskan argumentasi mengenai pentingnya penelitian yang mereka lakukan," jelas Suharti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022