Pecahan Uang Asing dari OTT KPK Amankan Yang Pejabat MA dan Advokat

23 September 2022, 15:09:13 WIB

JawaPos.com – Dunia peradilan kembali tercoreng. Itu terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (21/9) malam. Seorang pejabat dan sejumlah barang bukti berupa pecahan mata uang asing diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan, para pihak yang diamankan tersebut ditengarai terlibat dugaan tindak pidana penerimaan suap terkait pengurusan perkara di MA. Kemarin (22/9) para pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan dan diklarifikasi terkait dugaan suap dan barang bukti mata uang asing. ”Pihak-pihak yang dimaksud saat ini sudah diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan dan klarifikasi,” kata Ali.

KPK, kata Ali, punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan tersebut. ”Untuk perkembangan lebih lanjut segera kami sampaikan,” imbuhnya.

OTT KPK tersebut dilakukan di dua lokasi, Jakarta dan Semarang. Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, salah satu yang diamankan adalah seorang advokat. Inisialnya Y.

Informasi yang berkembang, advokat tersebut ditangkap KPK di kantornya di kawasan Semarang Utara. Penangkapan terjadi kemarin sekitar pukul 15.00. Selanjutnya, dia dibawa ke Jakarta. Penangkapan itu merupakan tindak lanjut atas dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA.

Radar Semarang berusaha mengonfirmasi ke berbagai sumber. Salah satunya organisasi advokat di Semarang.

”Masih menunggu informasi perkembangan dari KPK. Namun, jika dia anggota kami, barangkali benar, maka kami akan memberikan bantuan hukum jika yang bersangkutan membutuhkan,” kata Ketua DPC Peradi-SAI Semarang Luhut Sagala saat dihubungi tadi malam. Pihaknya tengah mencari info lebih detail seputar OTT tersebut.

Hingga tadi malam, belum diketahui persis siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menambahkan, pihaknya prihatin atas penangkapan tersebut. Menurut dia, kasus korupsi yang terjadi di lembaga peradilan merupakan hal yang sangat menyedihkan.

Ghufron menyebutkan, lembaga peradilan semestinya menjadi pilar keadilan yang bebas dari praktik jual beli perkara. ”Dunia peradilan dan hukum kita semestinya berdasar bukti, tapi masih tercemari uang,” ungkap mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) MA Andi Samsan Nganro menyatakan bahwa pihaknya belum mendapat informasi resmi terkait OTT tersebut. Dia menunggu penjelasan KPK.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/syn/ifa/aro/c6/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini: