
Ahli waris memegang tanda jasa yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo saat penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kakis (8/11).
JawaPos.com - Indonesia memiliki enam pahlawan nasional baru. Presiden Jokowi memimpin langsung proses penganugerahan di Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (8/11). Dengan demikian, sejak merdeka, Indonesia telah menetapkan 179 pahlawan.
Enam pahlawan baru itu adalah Depati Amir dari Bangka Belitung, Abdurrahman (AR) Baswedan dari Jogja yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Pangeran Muhammad Noor dari Kalsel. Lalu, ada Kasman Singodimedjo dari Jateng, Brigjen KH Syam'un dari Banten, serta Agung Hj Andi Depu dari Sulbar.
Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma Imam Suprayitno mengatakan, enam nama itu dipilih berdasar hasil kajian dan diskusi dengan dewan gelar. Sesuai syarat yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Di antaranya pernah memimpin perjuangan dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh, dan mengabdi hampir sepanjang hidup. Selain itu, melahirkan gagasan ataupun karya besar yang bermanfaat. "Memiliki konsistensi jiwa kebangsaan dan melakukan perjuangan yang punya jangkauan luas," ujarnya.
Sementara itu, tiap-tiap tokoh memiliki jasa yang beragam. AR Baswedan, misalnya. Dia dianggap berkontribusi dalam memperjuangkan integrasi keturunan Arab dengan bangsa Indonesia.
Dalam menyampaikan gagasannya, AR Baswedan menggunakan surat kabar tempatnya bekerja. Yakni, surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum. Selain itu, tokoh kelahiran 9 September 1908 tersebut mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI) sebagai saluran politik. PAI aktif membantu kemerdekaan. Ketokohan dia diakui dengan diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mewakili golongan Arab.
Lalu, ada Andi Depu, srikandi Indonesia yang mendeklarasikan Kris Muda Mandar yang menjadi wadah perjuangan.
Sementara itu, Depati Amir memiliki pengaruh besar dalam perjuangan rakyat Bangka. Salah satunya melawan monopoli perdagangan timah oleh Belanda yang menyengsarakan rakyat Bangka.
Selanjutnya Kasman Singodimedjo. Tokoh asal Purworejo itu dinilai berjasa sebagai pemersatu bangsa. Salah satu jasanya yang menonjol adalah mempersatukan golongan nasionalis dan agamais terkait penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta.
Kemudian, ada Pangeran Mohammad Noor yang dianggap berjasa dalam mempertahankan Kalimantan untuk menjadi wilayah NKRI. Noor berperan membentuk pasukan MN 001 pada 20 Oktober 1945.
Terakhir Syam'un. Ulama asal Banten itu terlibat dalam berbagai perang bersenjata. Bahkan, saat Jepang menyerah pada sekutu, dia menjadi komandan Badan Keamanan Rakyat kala mengusir Jepang di Banten. Selain itu, tokoh kelahiran 1894 tersebut sangat berperan dalam mempertahankan negara dari ancaman Gerakan Dewan Rakyat (GDR).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022