
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko memaparkan strategi mengurangi kemiskinan di Indonesia di kantornya, Senin (24/11). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com-Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menegaskan komitmen untuk mempercepat pengurangan angka kemiskinan melalui strategi terpadu lintas sektor.
BP Taskin merupakan lembaga non-struktural yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto melalui Perpres Nomor 163 Tahun 2024. Lembaga ini diberi mandat memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan terukur, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyoroti cara pandang publik yang selama ini menganggap penanggulangan kemiskinan identik dengan pemberian bantuan tunai.
"Selama ini pengentasan kemiskinan kerap dimaknai sebatas pemberian bantuan. Padahal kemiskinan juga terkait kekurangan aset dan akses, mulai dari kepemilikan tanah, rumah, ternak, hingga akses ekonomi yang dinamis," ujar Budiman di kantornya, Senin (24/11).
BP Taskin menerapkan pendekatan multidimensi dengan menyoroti tiga aspek kemiskinan. Yakni, kekurangan uang, minimnya aset, dan terbatasnya akses ekonomi masyarakat.
Untuk mempercepat hasil, BP Taskin memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah. Sinkronisasi ini dilakukan agar program lintas sektor berjalan akurat dan bisa dievaluasi secara berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis adalah memperkuat intervensi di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. BP Taskin menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM untuk membangun 80.000 koperasi yang dapat menjadi motor ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan akses pembiayaan dan usaha rakyat.
Sejumlah program langsung untuk masyarakat telah berjalan, termasuk pembagian becak listrik gratis di Jepara, Demak, Kudus, Indramayu, Tangerang, Tegal, dan Kendal.
Selain itu, pembangunan fasilitas jamban di kawasan kumuh DKI Jakarta juga tengah berlangsung, diikuti berbagai program lain yang diperluas sesuai kebutuhan daerah.
Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule menegaskan pentingnya konsolidasi lintas kementerian untuk mempercepat dampak program.
"Seluruh program pengentasan kemiskinan akan dikonsolidasikan melalui BP Taskin agar terintegrasi dan tersampaikan tepat sasaran," tambahnya. (*)
