Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 September 2025, 16.00 WIB

Berkat Program Makan Bergizi Gratis, Siswa-Siswi SMPN 229 Jakarta Belajar dengan Ceria

Suasana di sekolah SMPN 299 Jakarta. (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Suasana di sekolah SMPN 299 Jakarta. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suasana SMP Negeri 229 Jakarta pagi itu riuh oleh para siswa-siswi. Beberapa di antaranya duduk berkelompok menikmati makanan, sementara yang lain tampak senang menunjukkan kotak makan yang berisi lauk berbeda setiap harinya. Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir, suasana sekolah ini terasa lebih hidup.

Kepala Sekolah SMP Negeri 229 Jakarta, Gunawan Achmad, menuturkan bahwa pelaksanaan MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Sejauh ini sepengetahuan saya tidak ada,” ujarnya singkat.

Program MBG di sekolah ini dimulai sejak 6 Agustus 2025. Gunawan menilai, meski baru berjalan sebulan lebih, manfaatnya sudah mulai terasa bagi siswa.

“Mungkin juga ya sedikit banyak terbantu secara itu ya. Di samping itu, kita harus akui bahwa yang namanya kecukupan gizi ini kan sangat berbanding lurus dengan apakah itu pertumbuhan fisik maupun perkembangan otaknya,” katanya.

Ia menambahkan, menu makan bergizi yang disiapkan setiap hari turut mendorong semangat belajar. “Kalau pemerintah dalam hal ini, dapur gizi ya, sudah memberikan setiap hari ya, rutin setiap hari ya menu yang cukup untuk gizinya setiap hari di sekolah, sedikit banyak ini akan membantu yang tadi perkembangan otak maupun pertumbuhan badan anak,” jelasnya.

Gunawan berharap, dalam jangka panjang, program ini dapat meningkatkan prestasi siswa. “Mudah-mudahan nih kalau ini bisa berlangsung terus dalam durasi satu tahun, itu bisa kelihatan. Baik itu pertumbuhan fisik anak akan semakin tumbuh dan bagus. Di samping juga perkembangan otaknya juga akan semakin meningkat. Ini harapan kita,” ucapnya.

Bagi para siswa, program ini bukan hanya tentang kecukupan gizi, tetapi juga membawa kebahagiaan tersendiri. “Kecuali ada rasa senang lah dari anak karena dikasih makan gratis,” imbuh Gunawan sambil tersenyum.

Kepala Sekolah SMP Negeri 299 Jakarta, Gunawan Achmad, menuturkan bahwa pelaksanaan MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

Soal variasi menu, pihak sekolah memastikan setiap hari berbeda. “Ganti. Ada burger, ada pokoknya yang lain. Hari ini burger ya. Susunya juga dapat dua kali seminggu. Kalau ada burger biasanya dikasih susu. Hari Senin misalnya apa itu beda-beda. Setiap hari itu pasti beda,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, masukan dari siswa juga menjadi bahan pertimbangan dapur gizi. “Dan dari dapur gizinya juga kan minta ini ya, masukkan ke sekolah. Misalnya kira-kira lauknya apa yang cocok untuk anak gitu. Dari request-request anak juga kita sampaikan,” tambahnya.

Hingga kini, hampir semua menu yang disajikan habis disantap. Kalaupun ada sisa, mekanismenya sudah jelas.

“Kalau mekanismenya ketika ada yang tidak hadir anak itu akan dikembalikan utuh ke dapur gizi. Nanti mereka yang akan mengelola terserah seperti apa kita tidak tahu. Yang pasti dikembalikan, termasuk anak yang tidak mau,” terang Gunawan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat saat ini masih terus berkomitmen mengawal program besar Presiden Prabowo Subianto tersebut. Berdasarkan data yang diterima redaksi JawaPos.com, total penerima manfaat program MBG saat ini berjumlah 17.349 siswa yang terdiri dari 47 Sekolah.

"Sementara di Jakarta Barat segitu, kan bertahap (seiring berjalannya program MBG)," kata Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto saat dihubungi, Rabu (3/9).

Program MBG bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global di era digital.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore